Bill Gates.(Al Jazeera)
PENDIRI Microsoft, Bill Gates, memberikan peringatan keras mengenai masa depan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Dalam pernyataan yang menyertai laporan kemajuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, Gates menekankan bahwa AI memiliki potensi untuk menjadi penyetara yang hebat atau justru memperlebar jurang kesenjangan global.
Gates, yang telah melewati era revolusi komputer pribadi, menyatakan bahwa fenomena AI saat ini terasa sangat berbeda. Menurutnya, teknologi ini bergerak lebih cepat dan menjangkau lebih banyak orang dibandingkan inovasi apa pun sebelumnya. Namun, ia memperingatkan bahwa jika pengembangan AI sepenuhnya diserahkan kepada pasar, teknologi ini hanya akan dirancang oleh dan untuk orang-orang terkaya di dunia.
Periode Kritis 12-18 Bulan ke Depan
Miliarder ini berpendapat bahwa keputusan yang diambil dalam 12 hingga 18 bulan ke depan akan menjadi penentu masa depan. Keputusan tersebut akan menentukan apakah AI akan memberikan manfaat bagi mereka yang sudah memiliki segalanya atau mampu menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan AI untuk kebaikan tidak akan terjadi secara kebetulan, melainkan memerlukan upaya yang disengaja dan regulasi yang tepat.
Komitmen Rp15,4 Triliun dari Gates Foundation
Sebagai langkah nyata, Gates Foundation mengumumkan rencana untuk membelanjakan setidaknya US$1 miliar (sekitar Rp15,4 triliun) selama dua tahun ke depan guna memperluas akses terhadap solusi berbasis AI. Alokasi dana tersebut direncanakan sebagai berikut:
- 40% untuk Pendidikan: Termasuk pengembangan bimbingan belajar berbasis AI.
- 40% untuk Kesehatan: Mendukung penggunaan AI dalam diagnostik, pengambilan keputusan klinis, serta pengembangan obat dan vaksin baru.
- 10% untuk Pertanian: Membantu petani kecil memanfaatkan teknologi AI.
- 10% untuk Fondasi Digital: Membangun infrastruktur digital yang diperlukan untuk mendukung keadilan akses AI.
Tiga Proposal Aksi Segera
Laporan tersebut juga menguraikan tiga proposal utama untuk memastikan dampak positif AI:
- Aksesibilitas Bahasa: Memastikan alat AI tersedia dalam setiap bahasa yang digunakan manusia, mengingat saat ini lebih dari 90% data pelatihan model awal berasal dari sumber berbahasa Inggris.
- Kedaulatan Data: Memberikan wewenang kepada negara dan komunitas untuk memutuskan bagaimana data mereka dikelola dan dilindungi.
- Evaluasi Lokal: Memberikan kesempatan kepada dokter, petani, guru, dan pengembang lokal untuk mengevaluasi serta mengadaptasi alat AI sesuai kebutuhan spesifik mereka.
Risiko dan Ancaman AI
Selain potensi manfaatnya, Gates juga menyoroti risiko nyata yang ditimbulkan oleh AI. Ia memperingatkan bahwa transisi ke era AI akan menjadi salah satu masa paling bergejolak dalam sejarah manusia, dan sayangnya, dunia saat ini dinilai belum cukup bersiap.
Beberapa risiko yang digarisbawahi meliputi hilangnya pekerjaan di tingkat pemula dan menengah secara permanen, serta potensi penyalahgunaan oleh aktor jahat untuk penipuan, disinformasi, serangan siber, hingga bioterrorisme. Gates juga mengkhawatirkan kemungkinan model AI bertindak di luar kendali manusia dan dampak negatif terhadap perkembangan anak-anak yang mungkin menggantikan hubungan manusia dengan pendamping AI. (Forbes/I-2)


















































