Target 870 Ribu Ha, Menteri Pertanian Pastikan Bantuan Bibit Gratis Presiden Tetap Berlanjut

5 hours ago 1
Target 870 Ribu Ha, Menteri Pertanian Pastikan Bantuan Bibit Gratis Presiden Tetap Berlanjut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau program Presiden pembagian bibit gratis di Batang.(MI/Akhmad Safuan )

GUNA memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan areal tanam seluas 870.000 hektare dengan tetap melanjutkan program pembagian bibit gratis.

Pemantauan Media Indonesia, Kamis (30/7) cuaca panas di musim kemarau ini tidak mengurangi semangat petani di Jawa Tengah untuk tetap berproduksi, meskipun di tengah keterbatasan air akibat menyusutnya sumber air di sungai dan saluran irigasi, namun sebagian di antaranya tinggal menunggu nusim panen. 

Bersamaan adanya kegiatan Presiden meresmikan revitalisasi Stasiun Tawang di Semarang dan menghadiri agenda nasional akad massal 62.000 unit rumah subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Batang, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau pelaksanaan program pembagian bibit gratis di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Kamis (30/7). 

Kedatangan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tersebut, merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yakin pembagian bibit gratis tersebut berjalan tepat sasaran guna meningkatkan produktivitas sektor perkebunan nasional.

"Saat ini pemerintah tengah menjalankan program besar pembagian bibit enam komoditas unggulan secara cuma-cuma kepada masyarakat," kata Andi Amran Sulaiman. 

Menurut Amran program pembagian bibit gratis seperti kelapa, tebu, kakao, kopi, mede, pala, dan lada tersebut, sebagai target penanaman seluas 870.000 hektare di seluruh Indonesia yang menjadi salah satu prioritas nasional untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. 

Pemerintah tidak menetapkan pembagian bibit secara merata. Program ini dilakukan berdasarkan potensi wilayah, yakni daerah yang memiliki kondisi agroklimat sesuai serta budaya masyarakat yang telah lama membudidayakan komoditas tertentu akan menjadi prioritas agar hasil program lebih optimal.

Tingginya permintaan pasar, demikian Andi Amran Sulaiman, menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan komoditas yang dikembangkan di setiap daerah.

"Seperti pada daerah demand tinggi tanam kelapa atau tanam tebu, ya kita dahulukan bantuan bibit serupa di daerah itu, " tambahnya. 

Berdasarkan hasil meninjauan di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Amran mengatakan bahwa pelaksanaan program berjalan dengan baik dan meminta agar distribusi bantuan bibit terus dilanjutkan selama masih dibutuhkan masyarakat, karena kunjungan itu juga menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap implementasi program strategis nasional di sektor pertanian. 

"Pemerintah berharap bantuan bibit gratis tersebut mampu meningkatkan luas tanam, mendongkrak produksi komoditas perkebunan unggulan dan membuka peluang peningkatan pendapatan petani di berbagai daerah," ujar Andi Amran Sulaiman. (AS/E-4) 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |