ilustrasi(Istimewa)
Perkembangan teknologi estetika membuat perubahan pada proporsi dan kontur wajah kini tidak selalu dilakukan melalui prosedur operasi. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah perawatan berbasis benang yang digunakan untuk membantu membentuk area mata dan sejumlah bagian wajah.
Dokter estetika Yovita Setiadi menekuni sejumlah teknik pembentukan area mata dan kontur wajah. Beberapa di antaranya adalah Eyelifting Technique, Double Stitch Instant Eyelid, dan Contour Lift. Menurut Yovita, tindakan estetika tidak semata-mata bertujuan mengubah tampilan wajah. Aspek seperti anatomi, proporsi, dan karakter wajah perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan prosedur.
"Tujuannya bukan mengubah siapa diri Anda, tetapi meningkatkan harmoni dan proporsi dari fitur wajah yang sudah dimiliki," ujar Yovita Setiadi.
Salah satu teknik yang menjadi perhatiannya adalah Double Stitch Instant Eyelid. Prosedur berbasis benang tersebut ditujukan untuk membantu membentuk lipatan kelopak mata sehingga terlihat lebih terdefinisi.
Area mata menjadi salah satu bagian yang berpengaruh terhadap karakter dan ekspresi wajah. Karena itu, pembentukan kelopak mata tidak hanya mempertimbangkan bentuk kelopak, tetapi juga perlu melihat struktur wajah secara keseluruhan. Selain area mata, pendekatan berbasis benang juga dapat digunakan untuk membantu membentuk kontur sejumlah bagian wajah. Contour Lift, misalnya, ditujukan pada area seperti pipi, mid-face, jawline, hingga lower face.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk menghasilkan tampilan wajah yang lebih terangkat dan tegas, dengan tetap mempertimbangkan hubungan proporsi antara satu bagian wajah dan bagian lainnya.
"Beauty bukan hanya tentang membuat wajah terlihat berbeda. Yang penting adalah bagaimana setiap bagian wajah memiliki proporsi dan tetap terlihat harmonis," jelasnya.
Prinsip tersebut kemudian dirangkum dalam konsep "Beauty Through Proportion". Dalam pendekatan ini, precision, proportion, dan natural harmony menjadi sejumlah aspek yang diperhatikan dalam tindakan estetika. Meski prosedur berbasis benang termasuk dalam pendekatan non-bedah, tindakan estetika tetap memiliki aspek medis yang perlu diperhatikan. Konsultasi dan pemeriksaan oleh tenaga medis yang kompeten diperlukan untuk menentukan apakah suatu prosedur sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.
Penilaian tersebut juga penting agar pilihan tindakan tidak hanya mempertimbangkan perubahan pada satu bagian wajah, tetapi turut memperhitungkan proporsi dan struktur wajah secara keseluruhan. (E-3)


















































