Penurunan intensitas cahaya dari bintang yang jauh disebabkan oleh okultasi oleh Chariklo dan cincin-cincinnya(ESO/Felipe Braga Ribas/M. Kornmesser)
TELESKOP Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA kembali mengukir penemuan penting dalam ilmu pengetahuan planet. Melalui pengamatan presisi tinggi, teleskop tersebut menemukan bahwa sistem cincin yang mengelilingi Chariklo, sebuah objek kecil berjenis Centaur yang mengorbit di antara Saturnus dan Uranus, mengalami dinamika perubahan seiring berjalannya waktu.
Chariklo merupakan objek non-planet terbesar berjenis Centaur yang diketahui memiliki sistem cincin ganda yang rapat. Penemuan adanya cincin pada objek berukuran kecil ini pertama kali mengejutkan komunitas astronomi pada 2014, sebab sebelumnya sistem cincin dianggap hanya dimiliki oleh planet-planet raksasa seperti Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus.
Dalam analisis terbaru menggunakan instrumen inframerah dekat milik James Webb, para peneliti mengamati fenomena okupansi bintang (stellar occultation), yaitu saat Chariklo melintas tepat di depan sebuah bintang jauh dari sudut pandang Bumi. Bayangan yang dihasilkan oleh badan utama Chariklo dan cincin-cincin tipisnya memberikan data terperinci mengenai struktur internal serta komposisi material cincin tersebut.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa struktur dan kerapatan optik cincin Chariklo tidak statis, melainkan menunjukkan tanda-tanda perubahan evolusioner. Dinamika ini memberikan petunjuk penting bagi para ilmuwan mengenai bagaimana material debu dan es dapat bertahan dalam orbit yang stabil di sekitar objek dengan gravitasi yang relatif lemah.
Para ahli astronomi menduga bahwa perubahan pada sistem cincin ini dapat dipengaruhi oleh keberadaan satelit gembala (shepherd moons) berukuran sangat kecil yang belum terdeteksi, atau akibat interaksi gravitasi dan benturan partikel es di dalam sistem cincin itu sendiri.
Penemuan oleh Teleskop James Webb ini membuka wawasan baru mengenai asal-usul dan daya tahan sistem cincin pada benda-benda kecil di kawasan luar Tata Surya, sekaligus membuktikan kemampuan luar biasa teleskop tersebut dalam mengamati objek-objek redup di tepian sistem planet kita. (Space/Z-2)


















































