Teleskop Roman NASA Mulai Uji Koronograf untuk Memotret Eksoplanet Secara Langsung

4 days ago 6
Teleskop Roman NASA Mulai Uji Koronograf untuk Memotret Eksoplanet Secara Langsung Teleskop Roman NASA mulai menguji koronograf aktif untuk mencitrakan eksoplanet secara langsung dan mengungkap karakteristik atmosfer planet di luar Tata Surya.(Dok. NASA's Goddard Space Flight Center)

Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA mulai memasuki tahap pengujian instrumen koronograf yang dirancang untuk memungkinkan para ilmuwan melakukan pencitraan langsung terhadap planet di luar Tata Surya atau eksoplanet.

Koronograf merupakan perangkat yang bekerja dengan mengurangi cahaya terang dari sebuah bintang sehingga objek di sekitarnya, termasuk planet yang mengorbit bintang tersebut, dapat diamati.

Koronograf Roman menjadi salah satu instrumen penting dalam misi tersebut karena dirancang untuk mengatasi tantangan utama dalam pencitraan langsung eksoplanet. Cahaya bintang dapat mencapai tingkat kecerahan yang jauh lebih tinggi dibandingkan cahaya yang dipantulkan oleh planet di sekitarnya.

"Roman Space Telescope membawa koronograf tercanggih yang pernah dikirim umat manusia ke luar angkasa," kata Dominic Benford, ilmuwan program Teleskop Roman, kepada Space.com.

Berbeda dengan koronograf konvensional yang sekadar menghalangi cahaya bintang, koronograf Roman menggunakan kombinasi cakram berpola dan filter untuk mengurangi cahaya bintang melalui proses yang disebut interferensi destruktif.

Dalam proses tersebut, gelombang cahaya yang berlawanan dapat saling meniadakan. Dengan mengurangi cahaya bintang hingga hanya sebagian kecil yang tersisa, cahaya yang dipantulkan planet di sekitarnya dapat lebih mudah ditangkap.

"Kita dapat memblokir cahaya bintang itu hingga hanya tersisa beberapa bagian per miliar cahaya bintang," ujar Benford.

Kemampuan tersebut diharapkan memungkinkan para ilmuwan melihat secara langsung cahaya yang dipantulkan planet raksasa yang mengorbit bintang lain. Pengamatan ini juga dapat memberikan informasi mengenai karakteristik atmosfer planet.

Koronograf aktif pertama di luar angkasa

Keunggulan lain koronograf Roman adalah sistem aktif yang memungkinkan instrumen menyesuaikan sistem optiknya selama proses pengamatan.

Roman akan menjadi misi pertama yang membawa koronograf aktif ke luar angkasa. Teknologi tersebut diperlukan karena sedikit saja distorsi pada cermin teleskop dapat mengganggu proses pengurangan cahaya bintang.

Untuk mengatasinya, koronograf Roman dilengkapi ratusan aktuator atau piston kecil yang dapat mengubah bentuk cermin dengan tingkat presisi sangat tinggi.

"Cermin yang dapat berubah bentuk ini merupakan prestasi teknik yang luar biasa. Cermin ini dapat dikendalikan dengan presisi yang mendekati ukuran atom," kata Vanessa Bailey, ilmuwan instrumen koronograf Roman.

Sistem tersebut diharapkan memungkinkan Teleskop Roman mendeteksi planet yang cahayanya sekitar 100 juta kali lebih redup dibandingkan bintang induknya.

Meski demikian, kemampuan pencitraan langsung Roman terutama ditujukan untuk planet berukuran besar, seperti Jupiter. Para ilmuwan juga akan mengamati sistem bintang terdekat yang telah memiliki indikasi keberadaan planet raksasa tetapi belum berhasil dicitrakan secara langsung.

Selain planet, koronograf Roman dapat membantu ilmuwan mengamati debu dan puing-puing di sekitar bintang. Material tersebut merupakan sisa proses pembentukan planet dan dapat memberikan gambaran mengenai lingkungan tempat planet terbentuk.

Pengujian koronograf menjadi bagian penting dari persiapan Teleskop Roman sebelum digunakan untuk melakukan pengamatan ilmiah. Jika sistem tersebut bekerja sesuai rancangan, Roman akan membuka kemampuan baru untuk mengamati planet di luar Tata Surya secara langsung. 
(Sumber: Space.com)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |