Teleskop Swift NASA Resmi Kembali Beroperasi Lakukan Pengamatan Sains Antariksa

3 weeks ago 32
Teleskop Swift NASA Resmi Kembali Beroperasi Lakukan Pengamatan Sains Antariksa Teleskop Sinar-X di atas Observatorium Neil Gehrels Swift milik NASA menangkap gambar sisa supernova Tycho ini pada hari Rabu, 26 Agustus 2026.(NASA/Swift)

TELESKOP Luar Angkasa Swift milik NASA (Neil Gehrels Swift Observatory) secara resmi telah melanjutkan kembali aktivitas pengamatan sainsnya. Kepastian ini didapat setelah tim pengendali misi di darat berhasil memulihkan operasional wahana antariksa tersebut dari gangguan teknis yang sempat menghentikan pengamatan sementara waktu.

Sebelumnya, misi Swift secara otomatis memasuki mode aman (safe mode) akibat munculnya kendala teknis pada salah satu komponen penentu arah (reaction wheel). Langkah penghentian sementara tersebut merupakan prosedur standar keselamatan wahana antariksa guna melindungi instrumen sains dari potensi kerusakan saat navigasi terganggu.

Setelah melakukan analisis mendalam dan serangkaian pengujian perangkat lunak, tim teknis NASA berhasil mengonfigurasi ulang sistem kendali wahana. Pembaruan ini memungkinkan Swift untuk kembali berorientasi serta mengunci target pengamatan antariksa dengan presisi tinggi menggunakan kombinasi roda reaksi yang tersisa.

Pemulihan Bertahap dan Pengujian Instrumen

Proses pemulihan observatorium luar angkasa ini dilakukan secara hati-hati melalui beberapa tahapan pengujian. Tim misi memverifikasi ulang kestabilan sistem navigasi serta menguji fungsionalitas seluruh instrumen utama yang berada di dalam wahana.

Teleskop Swift dilengkapi dengan tiga instrumen utama yang bekerja secara bersinergi di berbagai panjang gelombang:

  • Burst Alert Telescope (BAT): Instrumen pendeteksi sinyal sinar gamma berenergi tinggi yang memindai area langit luas secara terus-menerus.
  • X-ray Telescope (XRT): Instrumen yang memetakan dan mengukur spektrum serta intensitas sinar-X dari sumber objek antariksa.
  • Ultraviolet/Optical Telescope (UVOT): Instrumen pencitraan dalam panjang gelombang ultraviolet dan cahaya tampak untuk menangkap detail visual target astronomi.

Hasil pengujian mengonfirmasi seluruh instrumen sains berada dalam kondisi sehat dan siap kembali merekam fenomena transien berenergi tinggi di alam semesta.

Peran Vital Misi Swift bagi Astronomi Dunia

Peluncuran kembali pengamatan sains oleh Swift menjadi kabar menggembirakan bagi komunitas astronomi internasional. Sejak diluncurkan, observatorium ini memegang peranan kunci dalam mengamati ledakan sinar gamma (Gamma-Ray Bursts), yaitu peristiwa ledakan paling kuat di jagat raya yang menandai kematian bintang masif atau tabrakan bintang neutron.

Kemampuan khas Swift terletak pada respons cepatnya. Begitu instrumen BAT mendeteksi kilatan sinar gamma, wahana antariksa ini dapat beralih arah secara otomatis dalam hitungan detik untuk mengarahkan teleskop sinar-X dan ultraviolet ke lokasi ledakan.

Dengan pulihnya operasional Swift, NASA memastikan bahwa observatorium ini akan terus berkontribusi dalam perburuan data kosmik, mendukung riset fisika energi tinggi, serta berkolaborasi dengan fasilitas pengamatan antariksa lainnya di seluruh dunia. (NASA/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |