Tenaga Medis Tasikmalaya Diminta Jangan Nirempati Terhadap Pasien BPJS

2 days ago 9
Tenaga Medis Tasikmalaya Diminta Jangan Nirempati Terhadap Pasien BPJS Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Tasikmalaya dan sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Tasikmalaya, Aa Ahmad Nurdin, mengingatkan agar para tenaga medis bijak bermedia sosial.(Dok. Istimewa)

KASUS komentar nirempati yang melibatkan oknum pegawai di lingkungan kesehatan kembali menjadi sorotan publik. Seorang staf administrasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, berinisial NZ, dilaporkan telah mengajukan pengunduran diri setelah unggahannya di media sosial yang diduga menghina pasien pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) memicu gelombang kritik luas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, NZ yang bertugas di bagian administrasi RSUD Dr Soekardjo diduga menuliskan komentar tidak pantas melalui akun Instagram pribadinya. Komentar tersebut dinilai merendahkan martabat pasien yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Akibat tekanan publik dan polemik yang terus bergulir, NZ akhirnya memilih untuk mundur dari posisinya dengan alasan kesehatan.

Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Tasikmalaya sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Aa Ahmad Nurdin, mengonfirmasi bahwa identitas akun yang menjadi perhatian publik tersebut memang milik pegawai RSUD Dr Soekardjo. Namun, ia memberikan klarifikasi mengenai latar belakang profesi yang bersangkutan.

"Berdasarkan informasi, bersangkutan bukan berprofesi sebagai dokter, perawat, dan tenaga kesehatan, tetapi staf pegawai administrasi. Persoalan yang mencuat lebih mengarah pada dugaan pelanggaran etika bermedia sosial," ujar Aa Ahmad Nurdin pada Minggu (9/8/2026).

Tanggung Jawab Moral di Ruang Digital

Aa Ahmad Nurdin menyatakan keprihatinan mendalam atas munculnya komentar yang minim empati tersebut. Menurutnya, meski NZ bukan merupakan tenaga kesehatan (nakes) teknis, setiap individu yang bekerja di institusi pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga sikap dan ucapan, terutama di ruang digital.

Ia menekankan bahwa satu kalimat yang mungkin dianggap sepele oleh pengunggah dapat memberikan dampak psikologis yang besar bagi pasien yang sedang berjuang melawan penyakit. "Bagi orang yang menjalani perawatan, ucapan tidak memiliki empati bisa menyakitkan dan memperburuk kondisi psikologis," tambahnya.

Pesan MKEK untuk Tenaga Kesehatan:

Dokter, perawat, dan seluruh tenaga kesehatan wajib mengedepankan rasa kemanusiaan serta menjaga integritas, profesionalisme, dan kesantunan dalam bermedia sosial sesuai dengan Kode Etik Kedokteran (KEK).

Fungsi Media Sosial bagi Insan Kesehatan

Lebih lanjut, Aa Ahmad mengingatkan rekan sejawat dan seluruh pegawai di lingkungan kesehatan agar lebih bijak dalam menggunakan platform digital. Media sosial seharusnya tidak menjadi ruang untuk melontarkan komentar negatif, melainkan sarana edukasi bagi masyarakat.

Beberapa poin penting terkait penggunaan media sosial di lingkungan kesehatan meliputi:

  • Edukasi Publik: Memanfaatkan platform untuk memberikan informasi kesehatan yang akurat.
  • Promotif & Preventif: Mendorong pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.
  • Kuratif & Rehabilitatif: Memberikan informasi yang mendukung proses penyembuhan dan pemulihan pasien.
  • Menjaga Batasan: Tidak berkomentar pada ranah yang bukan menjadi kompetensinya, terutama yang berpotensi melukai perasaan pasien atau masyarakat.

Aa Ahmad menegaskan bahwa etika profesi tidak hanya berlaku saat memberikan pelayanan medis secara langsung di rumah sakit, puskesmas, atau tempat praktik, tetapi juga melekat dalam aktivitas sehari-hari di dunia maya. Integritas dan kehormatan profesi harus tetap dijunjung tinggi guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan nasional. (AD/I-1)

Detail Kasus Keterangan
Inisial Pegawai NZ
Instansi RSUD Dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya
Jabatan Staf Administrasi
Status Terkini Mengundurkan diri (Alasan Kesehatan)
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |