Tentara Bangun Jembatan, Senyum Yuni Mengiringi Langkah ke Sekolah

4 weeks ago 10
Tentara Bangun Jembatan, Senyum Yuni Mengiringi Langkah ke Sekolah Sejumlah siswa menggunakan jembatan Merah Putih yang baru dibangun untuk pergi menuju sekolah di Kawasan Rancabali, Kabupaten Bandung.(ISTIMEWA)

BAGI sebagian orang, sebuah jembatan mungkin hanya sebatas infrastruktur. Namun bagi Yuni, siswi sekolah dasar di kawasan Rancabali, Kabupaten Bandung, jembatan itu adalah jalan menuju masa depan.

Sebelum Jembatan Merah Putih dibangun, perjalanan Yuni menuju sekolah tidak selalu mudah. Ia harus menempuh jalan memutar dan menghadapi akses yang lebih jauh. Kondisi itu membuat waktu perjalanan ke sekolah menjadi lebih lama.

Kini, semuanya berubah. Sebuah jembatan yang menghubungkan Kampung Sinumbra dan Kampung Kanaan, membuat Yuni bisa berangkat ke sekolah dengan lebih cepat. Ia pun tak lagi harus menyeberangi sungai atau mengambil jalan memutar.

“Senang, sekarang bisa cepat masuk sekolah. Tidak harus menyeberangi sungai dan memutar lagi,” ujar gadis kecil itu.

Bagi anak seusianya, perubahan itu mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi Yuni, jembatan tersebut berarti waktu yang lebih banyak untuk belajar, bermain dan berkumpul bersama keluarga.

Jembatan sepanjang hampir 100 meter itu dibangun Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI Angkatan Darat dengan bantuan Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan dipimpin Komandan Pussenif TNI-AD Letjen TNI Iwan Setiawan sebagai bagian dari upaya membuka akses masyarakat di dua kampung tersebut.

“Tujuannya untuk mempersingkat jarak masyarakat, memperlancar perekonomian dan membantu anak-anak sekolah agar perjalanan lebih singkat serta memberikan rasa aman dan nyaman,” papar Iwan.

Di balik konstruksi beton dan besi, tersimpan cerita sederhana tentang anak-anak yang kini bisa berjalan menuju sekolah dengan langkah lebih ringan.

Bagi Yuni, jembatan itu bukan hanya menghubungkan dua kampung. Jembatan tersebut juga menghubungkan dirinya dengan sekolah, teman-teman dan cita-cita yang ingin diraihnya.

Kini, setiap pagi, langkah kecil Yuni tak lagi diarahkan pada sungai yang harus diseberangi atau jalan panjang yang harus diputar.

Ada sebuah jembatan yang menunggunya. Di ujungnya ada sekolah serta masa depan yang ingin ia kejar.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |