Sejumlah jurnalis mengikuti doa bersama untuk keselamatan lima pewarta dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda.(Dok. Antara/PFI Palu)
BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan temuan benda berupa terpal berwarna hijau berukuran sekitar 10x10 meter di perairan Selat Sunda bukan merupakan bagian dari kelengkapan kapal cepat KM Arupadhatu I. Kapal tersebut diketahui membawa rombongan kru kapal dan jurnalis dan dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9) lalu.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menyampaikan konfirmasi tersebut di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Rabu (16/9) malam. Kepastian ini diperoleh setelah tim melakukan pengecekan mendalam terhadap spesifikasi teknis kapal yang menjadi objek pencarian.
"Dari awal kita sudah koordinasi dan kami sampaikan bahwa kapal tersebut (KM Arupadhatu I) tidak membawa terpal. Terpal hijau berukuran kurang lebih 10x10 meter yang ditemukan hari ini sudah kita konfirmasi bukan milik kapal korban," ujar Al Amrad.
Amrad menjelaskan bahwa benda tersebut ditemukan oleh armada KN SAR Tetuka pada pukul 11.30 WIB. Temuan ini menambah daftar benda terapung yang ditemukan selama operasi, di mana total telah ditemukan tiga buah terpal yang semuanya dipastikan bukan bagian dari atribut KM Arupadhatu I.
Perluasan Area Pencarian Jurnalis Hilang Hari Kesembilan
Pada pencarian hari kesembilan ini, tim SAR gabungan mengerahkan kekuatan penuh yang melibatkan KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Gilimanuk, serta KN Damaru. Fokus penyisiran dilakukan di Sektor H, yang mencakup kawasan pesisir sekitar Gunung Anak Krakatau hingga bagian selatan Pulau Sebesi.
Hingga saat ini, total luas area pencarian telah mencapai 3.439 nautical mile (NM) persegi. Jangkauan operasi meliputi perairan pesisir Gunung Anak Krakatau di perbatasan Provinsi Banten dan Lampung, hingga meluas ke pesisir Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu.
Meski seluruh unsur armada laut utama di delapan sektor pencarian telah dioptimalkan, tim SAR gabungan melaporkan belum menemukan tanda-tanda pasti mengenai keberadaan fisik kapal maupun delapan penumpang di dalamnya.
Terkait kelanjutan operasi, Amrad menyatakan bahwa pihaknya akan terus memperbarui evaluasi pemodelan penyisiran. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan sisa masa perpanjangan operasi SAR yang dijadwalkan berakhir pada Kamis (17/9) besok.
"Kami akan evaluasi besok bagaimana. Terima kasih rekan-rekan jurnalis masih setia menunggu. Masih tetap dengan harapan yang sama, kita semua, semoga ada tanda-tanda korban segera ditemukan," tutupnya. (Ant/H-3)


















































