REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Padjadjaran Public Relations Fair (PPRF) kembali diadakan Himpunan Mahasiswa Hubungan Masyarakat pada 20-21 Mei 2026 di Universitas Padjadjaran, Jatinangor.
Acara bergengsi dengan skala internasional ini kembali mengajak seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa komunikasi, untuk bergabung dan memberikan kontribusi dalam usaha penyelesaian isu nasional.
Tahun ini menjadi tahun ke-14 PPRF dilaksanakan secara berturut-turut. Selama bertahun-tahun, PPRF menjadi ruang berkumpulnya para mahasiswa dari seluruh Indonesia dan dunia untuk berkompetisi.
Para mahasiswa ditantang untuk ikut serta menyelesaikan isu nasional yang telah ditentukan melalui pendekatan komunikasi, khususnya sudut pandang public relations.
Tahun ini, PPRF diikuti beberapa kampus ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Diponegoro, President University, Telkom University, dan tentunya Universitas Padjadjaran.
Isu nasional yang menjadi fokus PPRF tahun ini diangkat melalui tema “Breaking the Cycle of Harmful Family; Understanding the Multiple Roots of Violence Against Children”.
Tema ini dipilih atas urgensi kasus kekerasan pada anak di Indonesia, khususnya yang dilakukan orangtua. Melalui tema ini, diharapkan peserta melahirkan solusi komunikasi untuk menghentikan kekerasan terhadap anak serta menghilangkan rantai kekerasan pada keluarga.
Talkshow
Dalam keterangan yang dikutip Rabu (24/6/2026) menyatakan, misi The 14th PPRF dimulai melalui kegiatan talkshow secara daring melalui Zoom yang diikuti peserta kompetisi dan terbuka untuk umum.
Talkshow yang diadakan 29 April 2026 dihadiri Kak Seto Mulyadi (Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia), Muhammad Ihsan (Asisten Deputi Perumusan dan Koordinasi Kebijakan Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Untung Bimo (Public Relations and Communication Manager SOS Children’s Villages Indonesia) dan Retasari Dewi (Dosen Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran) sebagai pembicara dan pemateri.
Melalui tema talkshow “Ending The Cycle of Violence Empowering The Future” peserta diajak lebih memahami terkait akar permasalahan serta peran komunikasi untuk menghentikan kekerasan pada anak.
Seperti tahun sebelumnya, PPRF terbagi ke dalam dua rangkaian kompetisi yang mewadahi solusi mahasiswa terhadap isu nasional, yaitu OlymPRDay dan PRodcast. OlymPRDay merupakan kompetisi penyusunan proposal strategi komunikasi melalui sudut pandang public relations.
Kompetisi OlymPRDay menekankan kemampuan analisis, strategis, dan kreativitas mahasiswa untuk memaparkan kasus yang ada sekaligus menciptakan solusi untuk isu nasional.
Selain itu, terdapat kompetisi PRodcast yang merupakan kompetisi audio-visual sebagai salah satu sarana komunikasi strategis. Melalui kompetisi PRodcast, mahasiswa ditantang menghasilkan konten podcast yang menekan pada kemampuan public speaking, storytelling, dan kreativitas mahasiswa.
OlymPRDay
Acara utama The 14th PPRF dimulai dengan tahap pertama dari kompetisi OlymPRDay yang dilaksanakan pada 20 Mei 2026. Subtema OlymPRDay tahun ini adalah “Addressing Emotional Violence in Parenting Through Strategic Collaboration”.
Enam tim dari tiga universitas berbeda yang berhasil lolos pada babak penyisihan sebelumnya, menyampaikan hasil riset serta analisis mereka terhadap isu nasional yang ada.
Tantangan pada hari pertama bagi peserta adalah untuk mempresentasikan hasil mereka hanya dalam waktu 6 menit 40 detik di hadapan para juri secara langsung.
Selanjutnya, pada hari kedua, para peserta kembali mempresentasikan hasil mereka kepada para juri serta audiens yang hadir.
Perbedaan dari hari sebelumnya, para peserta tidak hanya mempresentasikan hasil analisis serta riset mereka terhadap isu saja, tetapi disertai solusi komunikasi sesuai dengan isu yang mereka tentukan pada hari sebelumnya. Selama dua hari, hadir secara langsung para juri yang menilai peserta sesuai bidangnya masing-masing.
Antara lain FX Ari Agung Prastowo (Dosen Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran), Tri Utami (Pranata Ahli Humas Pertama DP3AKB Provinsi Jawa Barat), Jojo S. Nugroho (Managing Director Imogen PR Indonesia), dan Titik Suhariyati (Sekretaris Jenderal Lembaga Perlindungan Anak Indonesia).
PRodcast
Berbeda dengan OlymPRDay, sesi final PRodcast diadakan selama satu hari, yaitu 21 Mei 2026. Setelah melalui tahap seleksi, enam tim dari empat universitas kembali menunjukan hasil usaha mereka secara langsung di hadapan juri.
Melalui subtema “Breaking The Violence in Parenting and the Realities Behind It” para peserta menunjukan presentasi hasil berpikir mereka terkait pengembangan output podcast.
Hasil karya peserta juga dinilai para juri sesuai bidangnya masing-masing, antara lain Anwar Sani (Dosen/Kaprodi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran), Dewi Fitriyani (Penyuluh Sosial Ahli Muda DP3AKB Provinsi Jawa Barat), Lintang Cakrabuana Nugraha (Announcer Ardan Radio), Febdi Hermawan (Psikolog Klinis Lembaga Perlindungan Anak Indonesia).
Tentunya tahun ini bukan perjalanan terakhir PPRF dalam mewadahi mahasiswa untuk ikut serta menyelesaikan isu nasional. Tahun depan PPRF kembali hadir pada tahun ke-15 yang tentunya akan kembali mengusung tema yang relevan dengan isu nasional yang ada.

2 hours ago
3











































