Tiba di Lokasi Longsor Tibet, PM Tiongkok Li Qiang Sebut 550 Orang Masih Hilang

3 weeks ago 21
Tiba di Lokasi Longsor Tibet, PM Tiongkok Li Qiang Sebut 550 Orang Masih Hilang PERDANA Menteri Tiongkok Li Qiang.(Dok. AFP/Pedro PARDO)

PERDANA Menteri Tiongkok Li Qiang tiba di Tibet pada Kamis (27/8/2026) untuk meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang dan longsor lumpur dahsyat. Berdasarkan laporan kantor berita Xinhua, lebih dari 550 orang dilaporkan masih hilang akibat bencana yang melanda wilayah perbatasan tersebut.

PM Li mendarat di Kecamatan Gyirong, Daerah Otonom Xizang (Tibet), dengan memimpin delegasi pejabat senior. Kunjungan ini bertujuan untuk mengawasi secara langsung operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), menaksir skala kerusakan infrastruktur, serta memberikan dukungan moral kepada warga terdampak dan petugas bantuan di lapangan.

Otoritas Tiongkok mengonfirmasi bahwa bencana ini dipicu oleh longsor lumpur yang menghantam pelabuhan darat utama penghubung Tiongkok dan Nepal pada Rabu (26/8). Hingga saat ini, tercatat tiga orang meninggal dunia dan 558 orang dinyatakan hilang di wilayah Tiongkok termasuk 260 warga negara asing.

Sebagai langkah cepat, Beijing telah mengaktifkan respons darurat tingkat I. Di Kabupaten Gyirong, lebih dari 300 warga dari berbagai permukiman di sekitar pelabuhan telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman dengan bantuan pasukan penyelamatan dari unsur pemeriksaan perbatasan.

Dampak Lintas Batas di Nepal

Bencana ini juga memberikan dampak fatal di sisi perbatasan Nepal. Otoritas Nepal melaporkan sedikitnya 289 orang meninggal dunia, sementara 826 orang lainnya masih dalam pencarian. Secara total, lebih dari 1.300 orang, termasuk hampir 900 warga negara asing, dinyatakan hilang di kedua sisi perbatasan Himalaya tersebut.

Analisis citra satelit menunjukkan bahwa banjir bandang dan longsor lumpur ini kemungkinan besar dipicu oleh lepasnya bongkahan es besar dari gletser Himalaya. Titik pelepasan es tersebut terdeteksi berada sekitar 20 kilometer di sebelah timur laut perlintasan perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi.

Saat ini, operasi pencarian skala besar masih terus berlangsung di tengah medan yang sulit, dengan fokus utama menemukan ratusan korban yang tertimbun material longsor dan terseret arus banjir. (Ant/Anadolu/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |