Tidak Semua Gangguan Pendengaran Membutuhkan Implan Koklea, ini Kriterianya

1 week ago 10
Tidak Semua Gangguan Pendengaran Membutuhkan Implan Koklea, ini Kriterianya Ilustrasi(magnifik)

Gangguan pendengaran memiliki tingkat dan penyebab yang beragam. Karena itu, seseorang yang mengalami penurunan kemampuan mendengar tidak otomatis membutuhkan implan koklea. Alat tersebut merupakan salah satu pilihan untuk kondisi gangguan pendengaran tertentu, terutama ketika alat bantu dengar tidak lagi memberikan manfaat yang memadai.

Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) di bawah National Institutes of Health (NIH), implan koklea merupakan perangkat elektronik yang bekerja dengan melewati bagian telinga yang mengalami kerusakan dan memberikan stimulasi langsung pada saraf pendengaran.

Berbeda dengan alat bantu dengar yang memperkuat suara, implan koklea mengubah suara menjadi sinyal listrik yang kemudian diteruskan ke saraf pendengaran dan otak.  

Karena cara kerjanya berbeda, implan koklea umumnya dipertimbangkan untuk orang dengan gangguan pendengaran sensorineural yang cukup berat hingga sangat berat dan memperoleh manfaat terbatas dari alat bantu dengar. Namun, keputusan pemasangan tidak hanya berdasarkan hasil tes pendengaran.

Tingkat Gangguan Pendengaran Menjadi Pertimbangan

Salah satu hal pertama yang diperiksa adalah seberapa berat gangguan pendengaran yang dialami. Pada sejumlah kriteria perangkat yang telah disetujui FDA, kandidat implan dapat mencakup orang dengan gangguan pendengaran sensorineural berat hingga sangat berat pada kedua telinga. Pemeriksaan kemampuan memahami percakapan dengan bantuan alat bantu dengar juga menjadi bagian dari penilaian. 

Artinya, seseorang dengan gangguan pendengaran ringan atau sedang belum tentu membutuhkan implan koklea. Dalam kondisi tertentu, alat bantu dengar atau penanganan lain dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Selain tingkat gangguan pendengaran, dokter juga akan melihat seberapa besar manfaat yang diperoleh pasien setelah menggunakan alat bantu dengar. Jika alat tersebut masih memberikan manfaat yang baik, implan koklea mungkin belum menjadi pilihan utama.

Pemeriksaan Tidak Hanya Satu Jenis

Penentuan kandidat implan koklea membutuhkan evaluasi menyeluruh. Pemeriksaan dapat meliputi tes pendengaran, kemampuan memahami ucapan, kondisi telinga bagian dalam, serta pemeriksaan medis lain yang diperlukan.

NIDCD menekankan bahwa keputusan untuk menjalani pemasangan implan sebaiknya dilakukan bersama dokter spesialis dan tim yang berpengalaman menangani implan koklea. Hasil setelah pemasangan juga dapat berbeda antara satu pasien dan lainnya. 

Kondisi saraf pendengaran juga menjadi perhatian. Implan koklea bekerja dengan memberikan stimulasi melalui saraf pendengaran, sehingga fungsi jalur pendengaran menuju otak perlu menjadi bagian dari penilaian. Pada gangguan tertentu seperti neuropati auditorik, misalnya, telinga bagian dalam dapat mendeteksi suara tetapi mengalami masalah dalam meneruskan informasi suara ke otak. 

Anak Juga Memiliki Kriteria Tertentu

Implan koklea tidak hanya digunakan pada orang dewasa. Anak-anak dengan gangguan pendengaran berat atau sangat berat juga dapat menjadi kandidat dalam kondisi tertentu.

NIDCD menyebut FDA telah menyetujui penggunaan implan koklea pada anak yang memenuhi kriteria sejak usia sembilan bulan. Pemasangan pada usia yang lebih dini dapat membantu memberikan akses terhadap suara ketika anak sedang berada dalam periode penting perkembangan kemampuan bahasa dan komunikasi. Namun, usia bukan satu-satunya pertimbangan. Tingkat gangguan pendengaran, hasil pemeriksaan, manfaat alat bantu dengar, serta kondisi kesehatan anak tetap harus dinilai. 

Kriteria kandidat juga dapat berbeda berdasarkan jenis perangkat, usia, serta regulasi yang berlaku. Penelitian dan perkembangan teknologi membuat kriteria penggunaan implan koklea terus berkembang. NIDCD mencatat bahwa kriteria kandidat dalam beberapa tahun terakhir telah diperluas untuk mencakup sebagian orang yang masih memiliki sisa kemampuan mendengar. 

Implan Koklea Bukan Sekadar Operasi

Hal lain yang perlu dipahami adalah proses tidak berhenti setelah perangkat dipasang. Pemasangan implan koklea membutuhkan tindakan operasi dan proses rehabilitasi pendengaran. Pasien perlu belajar atau kembali mengenali suara yang diterima melalui perangkat tersebut. 

Karena itu, keputusan menggunakan implan koklea sebaiknya tidak dilakukan hanya karena seseorang mengalami gangguan pendengaran. Pemeriksaan oleh dokter THT dan evaluasi audiologi diperlukan untuk menentukan penyebab gangguan, tingkat keparahan, manfaat alat bantu dengar, serta apakah pasien memenuhi kriteria untuk menjalani prosedur tersebut.

Dengan demikian, tidak semua gangguan pendengaran harus ditangani menggunakan implan koklea. Jenis dan tingkat gangguan pendengaran, manfaat alat bantu dengar, hasil pemeriksaan pendengaran, kondisi saraf pendengaran, usia, serta kondisi kesehatan menjadi beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum tindakan dilakukan.

Sumber: NIH

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |