Ilustrasi(MI/Arnoldus Dhae)
PENGAMAT Perkapalan Bali Komang Purnama menjelaskan insiden kecelakaan kapal sering terjadi di Indonesia. Saat dikonfirmasi di Denpasar, Kamis (13/8), ia menyebutkan bahwa dalam kurun waktu kurang dari dua minggu, tiga kapal yang terkait dengan angkutan penumpang mengalami kebakaran di Indonesia.
"Kejadian tersebut melibatkan KM Prince Soya di Pelabuhan Samarinda pada 1 Agustus, KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep pada 2 Agustus, dan terakhir KMP Putri Yasmin pada 12 Agustus 2026 di sekitar perairan Selat Lombok. Rangkaian kejadian ini patut menjadi perhatian dan momentum untuk kembali melihat aspek keselamatan kapal angkutan penumpang, khususnya kapal jenis Ro-Ro," ujarnya.
Lebih khusus Purnama menjelaskan terkait kebakaran KMP Putri Yasmin.
KMP Putri Yasmin (IMO 9037575) merupakan kapal jenis Ro-Ro Ferry berbendera Indonesia dengan GT 1.790 yang dioperasikan oleh PT Jemla Ferry. Kapal ini dibangun pada tahun 1992 di Jepang dan melayani angkutan penumpang serta kendaraan.
Pada Rabu, 12 Agustus 2026 sekitar pukul 04.30 Wita, petugas menerima laporan mengenai kebakaran di atas KMP Putri Yasmin. Berdasarkan laporan awal, kejadian berlangsung pada posisi sekitar 08°41 LS dan 115°46 57 BT. Saat kejadian, kapal sedang dalam pelayaran dari Padangbai menuju Lembar.
Informasi awal menunjukkan bahwa kebakaran diduga bermula dari geladak kendaraan. Informasi yang beredar melalui pemberitaa media dan juga media sosial menyebutkan adanya dugaan sumber api dari sebuah truk boks yang berada di dalam geladak kendaraan. Informasi tersebut masih merupakan dugaan awal dan perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan resmi untuk memastikan titik awal api, kendaraan yang terlibat, serta penyebab kebakaran.
Berdasarkan laporan awal, manifes yang tercatat dalam Inaportnet memuat 114 penumpang. Di atas kapal juga terdapat 17 awak kapal, serta tujuh orang yang bekerja sebagai personel kantin dan cleaning service. Upaya evakuasi kemudian dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai unsur.
"Perhari ini, berdasarkan pembaruan informasi hingga pukul 14.15 Wita, sebanyak 138 orang telah dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, dengan laporan sementara terdapat satu orang meninggal dunia. Sebanyak 35 orang dievakuasi melalui Pelabuhan Padangbai, sementara 39 orang masih berada di atas KMP Parama Kalyani. Total sementara orang yang terdata dalam proses evakuasi mencapai 212 orang, terdiri atas penumpang dan kru kapal," ujarnya.
Kejadian ini kembali memperlihatkan tingginya risiko kebakaran pada geladak kendaraan kapal Ro-Ro. Area tersebut berisi berbagai jenis kendaraan yang memiliki sumber energi berupa bahan bakar, baterai, instalasi listrik, dan dalam kondisi tertentu dapat membawa barang atau muatan yang memiliki sifat mudah terbakar maupun berbahaya.
Apabila dugaan sumber api berasal dari kendaraan, maka salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah pemeriksaan kendaraan dan deklarasi muatannya sebelum kendaraan memasuki kapal. Cargo Declaration bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan informasi penting bagi operator dan awak kapal untuk mengetahui potensi bahaya yang mungkin berada di dalam kendaraan.
Selain pengawasan terhadap kendaraan dan muatannya, sistem deteksi dan alarm kebakaran, kesiapan APAR, pompa dan hydrant, patroli kebakaran, sistem komunikasi, serta kesiapan awak kapal menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi keadaan yang lebih besar.
Pada ruang kendaraan yang luas dan relatif tertutup, waktu menjadi faktor yang sangat penting. Semakin cepat keberadaan api diketahui, semakin besar peluang untuk melakukan pemadaman pada tahap awal. Sebaliknya, keterlambatan deteksi dapat menyebabkan panas dan asap berkembang dengan cepat dan mengganggu proses evakuasi penumpang.
Rangkaian kejadian KM Prince Soya, KMP Mutiara Sentosa II, dan KMP Putri Yasmin dalam waktu yang berdekatan seharusnya tidak hanya dipandang sebagai tiga kecelakaan yang berdiri sendiri. Peristiwa tersebut perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali sistem keselamatan kapal angkutan penumpang, khususnya kapal Ro-Ro.
Evaluasi perlu mencakup pengawasan kendaraan dan muatan, Cargo Declaration, deteksi dini kebakaran, sistem pemadaman, pengendalian asap, kesiapan awak kapal, latihan keadaan darurat, serta efektivitas proses evakuasi.
Keselamatan kapal penumpang pada akhirnya bukan hanya persoalan kapal memiliki sertifikat dan dinyatakan laik berlayar. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa seluruh sistem keselamatan mampu bekerja secara efektif ketika keadaan darurat benar-benar terjadi. Api kecil harus dapat diketahui dan dikendalikan sebelum berkembang menjadi ancaman terhadap keselamatan seluruh orang di atas kapal. (OL/E-4)


















































