Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, saat memaparkan hasil survei di Bandung, Kamis (23/7).(MI/BAYU ANGGORO)
LEMBAGA Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terbaru terkait evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan Provinsi Jawa Barat selama satu setengah tahun terakhir. Hasilnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berada di angka yang sangat tinggi, yakni mencapai 95,4%.
Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, mengatakan, tingkat kepuasan yang tinggi ini ditopang oleh beberapa indikator mulai dari persepsi stabil terhadap perekonomian daerah, penilaian positif terhadap jalannya pemerintahan secara umum, hingga efektivitas berbagai program pelayanan publik.
"Tingkat kepuasan masyarakat kepada gubernur itu berada di posisi 95,4%. Ini angka yang sangat tinggi, meskipun untuk wakil gubernur tingkat kepuasannya seperti banyak di daerah lain, berada di bawah gubernur," kata Djayadi Hanan dalam pemaparan hasil survei, di Bandung, Kamis (23/7).
Ia merinci, ada tiga faktor utama yang mendasari tingginya apresiasi masyarakat Jawa Barat terhadap kinerja Dedi. Pertama, evaluasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang dinilai masih berada dalam kategori sedang dan terkendali menurut 44% masyarakat yang menganggap kondisi ekonomi saat ini stabil.
Kedua, penilaian positif terhadap tata kelola pemerintahan secara umum. Lebih dari 60% responden menyatakan kepuasannya terhadap pelaksanaan program-program pemerintahan yang dinilai berjalan dengan baik.
"Ketiga, apresiasi yang luas terhadap sektor pelayanan publik esensial seperti infrastruktur, layanan kesehatan, bidang pendidikan, sektor koperasi, serta berbagai program kemasyarakatan lainnya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian warga Jawa Barat," tambahnya.
SANGAT POPULER
Selain faktor kebijakan dan program kerja, LSI juga menyoroti aspek personalitas gubernur yang dinilai sangat kuat memengaruhi persepsi positif publik.
Menurutnya, popularitas Dedi saat ini bahkan menyentuh angka hampir 100%, yang berarti hampir seluruh masyarakat Jawa Barat mengenalnya.
"Mengapa faktor itu berpengaruh? Karena Dedi termasuk salah satu gubernur yang sangat populer di masyarakat, dengan tingkat pengenalan hampir 100%," katanya.
Ia menambahkan, pola komunikasi yang diterapkan Dedi sangat merakyat dan memiliki sentuhan kemanusiaan yang kuat terhadap dinamika kehidupan warga sehari-hari dari berbagai lapisan sosial.
"Sentuhan inilah yang kemudian menaikkan tingkat kepercayaan dan evaluasi positif masyarakat, tidak hanya terhadap figur personal gubernur, tetapi juga berdampak langsung pada apresiasi kinerja Pemerintahan Provinsi Jawa Barat secara menyeluruh," tandasnya.


















































