Tiongkok Ancam Batal Bertemu Trump jika AS Jual Senjata ke Taiwan

1 week ago 6
Tiongkok Ancam Batal Bertemu Trump jika AS Jual Senjata ke Taiwan Presiden Tiongkok Xi Jinping berbincang bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Dok. Kementerian Luar Negeri Tiongkok )

TIONGKOK dilaporkan telah memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) terkait rencana pertemuan puncak antara pemimpin kedua negara yang dijadwalkan akhir bulan ini. Beijing mengancam akan membatalkan pertemuan tersebut jika Washington menyetujui paket penjualan senjata baru ke Taiwan sebelum agenda tersebut berlangsung.

Sejumlah sumber yang memahami hubungan bilateral kedua negara menyatakan pada Sabtu bahwa Tiongkok kembali menegaskan posisi mereka terhadap Taiwan sebagai "garis merah" yang tidak boleh dilanggar. Isu ini menjadi batu sandungan utama di tengah upaya Presiden AS Donald Trump untuk menunjukkan pencapaian diplomatik menjelang pemilihan sela kongres pada November mendatang.

Taiwan sebagai Isu Krusial

Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk penyatuan kembali. Dalam pertemuan di Beijing pada pertengahan Mei lalu, Presiden Xi Jinping secara langsung menyampaikan kepada Trump bahwa Taiwan adalah "isu terpenting" dalam hubungan bilateral dan memperingatkan adanya potensi konflik jika tidak ditangani dengan hati-hati.

Ketegangan ini diperparah oleh pernyataan Trump dalam sebuah wawancara televisi yang menyebut penjualan senjata ke Taiwan dapat menjadi alat tawar-menawar (bargaining chip) dalam negosiasi dengan Tiongkok. Pada Desember tahun lalu, pemerintahan Trump telah mengumumkan paket penjualan senjata senilai US$11 miliar (sekitar Rp193 triliun) kepada Taiwan, yang tercatat sebagai paket terbesar dalam sejarah.

Data Ekonomi dan Agenda Pertemuan:

Agenda/Item Detail Keterangan
Rencana Pertemuan 24 September di Gedung Putih
Nilai Penjualan Senjata (Desember) US$11 Miliar (Rp193 Triliun)
Target Penurunan Tarif Barang senilai US$30 Miliar (Rp528 Triliun) per pihak
Isu Tambahan Konflik Iran, Keamanan AI, dan Perdagangan

Agenda Ekonomi dan Keamanan Global

Selain isu Taiwan, pertemuan yang direncanakan berlangsung pada 24 September tersebut diharapkan membahas sejumlah isu strategis. Departemen Keuangan dan Departemen Perdagangan AS tengah memimpin negosiasi untuk mencapai kesepakatan penurunan tarif terhadap barang senilai US$30 miliar (Rp528 triliun) dari masing-masing pihak.

Isu keamanan global lainnya yang masuk dalam radar adalah perang yang melibatkan Iran. AS mendesak Tiongkok, sebagai mitra ekonomi utama Teheran, untuk menghentikan aktivitas bisnis dengan negara tersebut. Di sisi lain, kerangka dialog mengenai keamanan kecerdasan buatan (AI) juga diprediksi akan menjadi topik utama pembicaraan antara Xi Jinping dan Donald Trump.

Hingga saat ini, pemerintah Tiongkok belum memberikan pengumuman resmi mengenai kunjungan Xi ke Amerika Serikat, meskipun Trump telah menyatakan kesiapannya untuk menjamu pemimpin Tiongkok tersebut dengan jamuan kenegaraan. (Kyodo/Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |