Distribusi logistik di Marina Labuan Bajo, Kamis, (20/8/2026) malam.(MI/Marianus Marselus)
TNI ANGKATAN Laut terus mempercepat distribusi bantuan logistik dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Panglima Komando Armada II, Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya, mengatakan KRI Bung Hatta dikerahkan untuk mengangkut bantuan logistik dari Labuan Bajo menuju sejumlah wilayah terdampak, termasuk Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai.
Menurutnya, ratusan ribu paket bantuan yang tiba di Labuan Bajo melalui jalur udara selanjutnya diangkut menggunakan kapal perang TNI Angkatan Laut untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak.
“Ratusan ribu paket logistik yang datang melalui udara kita distribusikan kembali ke pusat-pusat bencana menggunakan kapal perang TNI Angkatan Laut. Pendistribusian ini dilakukan secara intensif, bahkan hingga subuh,” ujar Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya, Jumat (21/8).
Ia mengatakan, pengerahan KRI Bung Hatta menjadi bagian dari upaya mempercepat distribusi bantuan, terutama ke wilayah yang membutuhkan dukungan logistik dalam jumlah besar.
“Logistik yang sudah tiba di Labuan Bajo segera kita dorong ke daerah-daerah yang membutuhkan. Kita berupaya agar bantuan tersebut dapat diterima masyarakat secepat mungkin,” katanya.
Selain mendistribusikan logistik, TNI Angkatan Laut juga mengerahkan tenaga kesehatan untuk memperkuat penanganan medis bagi korban gempa.
Sebanyak 13 dokter spesialis disiapkan untuk menangani pasien yang membutuhkan pelayanan medis lebih lanjut.
“Dari TNI Angkatan Laut ada 13 tenaga dokter spesialis. Mereka memang disiapkan untuk menangani kebutuhan masyarakat yang sifatnya lebih berat,” ujar I Gung Putu.
Menurutnya, dokter spesialis tersebut dapat menangani pasien yang membutuhkan tindakan operasi, termasuk akibat patah tulang maupun kondisi medis lainnya.
“Mungkin ada operasi-operasi yang dibutuhkan, baik itu misalnya patah tulang atau operasi lainnya. Dokter spesialis ini kita siapkan untuk membantu kebutuhan tersebut,” katanya.
Dukungan pelayanan kesehatan juga diperkuat oleh tim kesehatan Korps Marinir. Tim tersebut dikerahkan untuk melengkapi pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
“Selain itu, ada juga bantuan dari tim kesehatan Marinir. Ini untuk membantu melengkapi pelayanan kesehatan yang ada,” ujarnya.
Pelayanan kesehatan juga dilakukan melalui rumah sakit kapal KRI dr. Soeharso. Kapal rumah sakit tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan pasien yang membutuhkan pelayanan medis.
“Selain di rumah sakit, kita juga memiliki rumah sakit kapal, yaitu KRI dr. Soeharso. Ini juga kita siapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak,” kata I Gung Putu.
Sementara itu, Korps Marinir juga menyiapkan rumah sakit lapangan di wilayah terdampak bencana. Rumah sakit lapangan tersebut ditempatkan sedekat mungkin dengan lokasi masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis.
“Marinir juga membuka rumah sakit lapangan di lokasi yang mendekati wilayah terdampak. Tujuannya agar pelayanan kesehatan bisa lebih dekat dan cepat menjangkau masyarakat,” ujarnya.
I Gung Putu menegaskan, TNI Angkatan Laut akan terus mendukung penanganan bencana, baik melalui distribusi logistik maupun pelayanan kesehatan.
“Yang utama adalah bagaimana kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera kita bantu, baik kebutuhan logistik maupun kebutuhan kesehatan. Semua unsur yang kita miliki akan kita optimalkan untuk mendukung penanganan bencana,” katanya.(MM/E-4)


















































