REPUBLIKA.CO.ID, PAPUA TENGAH -- Komando Operasi (Koops) TNI Habema kembali menunjukkan komitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua. Melalui operasi yang dilaksanakan secara terukur dan berbasis informasi intelijen, pasukan berhasil menguasai sebuah honai yang diduga menjadi lokasi transit kelompok bersenjata TPNPB-OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya di Kampung Abundoga, Kabupaten Intan Jaya. Keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya mencegah potensi ancaman keamanan sebelum membahayakan masyarakat.
Operasi tersebut diawali dengan rangkaian pengumpulan informasi, pengamatan
lapangan, dan proses verifikasi yang dilakukan secara cermat. Seluruh tahapan
dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah serta mengutamakan
keselamatan masyarakat, sehingga operasi dapat berjalan secara profesional,
selektif, dan terukur.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna mengatakan, operasi dilakukan setelah aparat memperoleh informasi mengenai dugaan rencana aksi bersenjata dan aktivitas konsolidasi kelompok tersebut di wilayah Intan Jaya.
"Kami tidak bergerak karena dugaan semata. Setiap langkah diawali dengan pengintaian, verifikasi, dan analisis yang matang agar tindakan yang
diambil benar-benar tepat sasaran. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat
tetap aman dan dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang," katanya dalam siaran pers, Selasa (21/7/2026).
Dalam operasi tersebut, pasukan mengamankan satu pucuk senjata api organik jenis
Lee Enfield kaliber 7,62 milimeter, dua pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 milimeter, satu pucuk senapan angin dalam kondisi terbongkar, sejumlah amunisi, serta berbagai
perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.
Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Keberhasilan ini menunjukkan keseriusan Koops TNI Habema dalam memutus
potensi ancaman bersenjata sejak dini. Pengamanan terhadap senjata dan
perlengkapan yang ditemukan di lokasi diharapkan dapat mencegah
penyalahgunaannya dalam aksi kekerasan yang berpotensi mengganggu keamanan
masyarakat di Intan Jaya dan wilayah sekitarnya.
Wirya menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari barang bukti yang berhasil diamankan, tetapi juga dari kemampuan aparat menjaga situasi tetap kondusif tanpa menimbulkan dampak terhadap masyarakat sipil.
"Setiap tindakan dilakukan secara profesional, berdasarkan informasi yang valid, serta selalu mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan," katanya.
Pada saat yang sama, Koops TNI Habema kembali mengajak anggota kelompok
bersenjata yang masih berada di hutan untuk menghentikan aksi kekerasan dan
memilih jalan damai. Negara tetap membuka ruang bagi siapa pun yang ingin
kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui mekanisme yang
bermartabat, sesuai ketentuan hukum, dan mengedepankan rekonsiliasi.
Bagi TNI Habema, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari senjata yang berhasil
diamankan, tetapi dari rasa aman yang kembali dirasakan masyarakat. Harapan
terbesar adalah agar anak-anak dapat belajar tanpa rasa takut, masyarakat dapat
beraktivitas dengan tenang, dan kehidupan di Tanah Papua terus berjalan dalam
suasana damai dan aman.

4 hours ago
5











































