REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Total dana sebesar Rp 26,8 miliar telah disalurkan ke 38 provinsi di seluruh Indonesia dalam pelaksanaan Lebaran Yatim dan penyandang Disabilitas 2026 yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf.
Dalam kegiatan yang berlangsung 10 Muharram 1448 H pada Kamis (25/6/2026) di Aula HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI Jakarta itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, KH Waryono Abdul Ghafur menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti konkret tata kelola dana sosial keagamaan yang semakin terukur dan akuntabel.
“Setiap rupiah yang terkumpul dari masyarakat harus bisa dipertanggungjawabkan secara jelas,” kata dia.
“Ke mana dan untuk apa, tahun ini kami memastikan seluruh proses penyaluran terdokumentasi dengan baik, sehingga publik dapat melihat sendiri bagaimana dana zakat dan wakaf benar-benar bekerja untuk masa depan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas,” kata Waryono kepada Republika.c, Senin (29/6/2026)
Ia menjelaskan, dari total dana tersebut, Rp 11,8 miliar dialokasikan sebagai santunan tunai langsung untuk memenuhi kebutuhan finansial dasar penerima manfaat.
Sejumlah Rp 5,4 miliar disalurkan dalam bentuk paket sembako dan perlengkapan sekolah. Sisanya dialokasikan untuk program pemberdayaan kapasitas, modal usaha melalui Barokah Market, serta beasiswa pendidikan yang tersebar di 38 provinsi.
Waryono menjelaskan, pergeseran pola distribusi ini sejalan dengan arah baru pengelolaan filantropi Islam yang didorong Kemenag, yakni meninggalkan pendekatan karitatif jangka pendek dan beralih ke model pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Memberi santunan itu penting, tapi tidak boleh berhenti di sana, itulah mengapa sebagian dana kami arahkan untuk modal usaha dan beasiswa, bukan hanya bantuan konsumtif, kami ingin anak-anak binaan ini punya bekal untuk berdiri di atas kaki mereka sendiri di masa depan,” ujar.
Kemenag RI menjelaskan, pendekatan ini turut tercermin dalam desain acara yang mengusung konsep lima zona festival.
Zona tumbuh sebagai pusat edukasi interaktif, zona berdaya untuk pengembangan soft skill, Barokah Market sebagai etalase produk hasil pemberdayaan ekonomi anak binaan, zona ekspresi untuk ruang kreativitas seni, dan zona cahaya yang mewadahi pelelangan karya-karya terbaik anak binaan.

9 hours ago
7

















































