Transformasi Pendidikan Kelautan, KKP Bentuk Ocean Institute of Indonesia

4 hours ago 6

Image AchSin

Politik | 2026-07-21 18:53:52

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi meluncurkan Ocean Institute of Indonesia (OII) atau Institut Kelautan Indonesia sebagai transformasi besar pendidikan vokasi kelautan dan perikanan nasional. OII dibentuk dengan menyatukan 11 satuan pendidikan tinggi vokasi di bawah KKP guna mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

Peresmian OII digelar di Ballroom KKP, Jakarta Pusat, Selasa (21/7), dan dihadiri enam menteri Kabinet Merah Putih, yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.

Turut hadir Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Edwin, serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan gagasan menyatukan seluruh satuan pendidikan vokasi KKP telah dirancang sejak lama. Menurutnya, transformasi ini dilakukan setelah melakukan peninjauan langsung ke seluruh kampus yang berada di bawah KKP.

"Saya sudah datangi semua. Lalu kemudian saya perhatikan di lingkungan dalamnya dan seterusnya. Saya ingin ini disatukan," kata Trenggono.

Ia menjelaskan, penyatuan tersebut bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga reformasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan, mulai dari kurikulum, tata kelola, hingga orientasi lulusan agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri kelautan dan perikanan modern.

"Saya ingin ini diubah secara menyeluruh, mulai dari kurikulum pendidikannya hingga tujuan akhirnya. Karena saya akan melihat ukuran-ukuran suksesnya," ujarnya.

Sebanyak 11 satuan pendidikan yang kini tergabung dalam OII terdiri atas Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai, Karawang, Pangandaran, Sidoarjo, Jembrana, Kupang, Bone, Bitung, Sorong, serta Akademi Komunitas Wakatobi.

Menurut Trenggono, setiap kampus nantinya akan memiliki spesialisasi masing-masing sehingga tidak lagi mengajarkan seluruh bidang secara bersamaan. Ada kampus yang difokuskan pada penangkapan ikan, budidaya perikanan, pengolahan hasil perikanan, maupun bidang lainnya sesuai potensi dan kebutuhan industri.

Dengan sistem tersebut, OII diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang lebih kompeten dan memiliki keahlian spesifik sesuai perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan dukungan penuh terhadap pembentukan OII. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM merupakan kunci pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu perhatian utama Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menilai OII memiliki potensi menjadi pusat unggulan pendidikan dan riset kelautan di Indonesia.

Ia berharap OII tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu melahirkan inovasi, teknologi baru, hingga perusahaan rintisan (startup) di sektor kelautan dan perikanan.

"OII dapat menjadi Center of Excellence yang bisa menghasilkan startup-startup baru di sektor kelautan dan perikanan," katanya.

Dalam laporannya, Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta menyampaikan bahwa seluruh satuan pendidikan yang kini tergabung dalam OII menerapkan pendidikan vokasi berbasis industri dengan peserta didik yang seluruhnya berasal dari keluarga pelaku usaha kelautan dan perikanan.

Sejak berdiri, 11 satuan pendidikan tersebut telah meluluskan 27.819 alumni, dengan mayoritas terserap di dunia usaha dan industri kelautan maupun perikanan.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan, KKP juga menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan mitra strategis, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Pattimura, Universitas Nusa Cendana, Universitas Trunojoyo, Sampoerna University, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), serta perusahaan asal Korea Selatan, Onamu Co. Ltd., Vogo Group, dan Globit Co. Ltd.

Melalui pembentukan Ocean Institute of Indonesia, KKP berharap mampu membangun sistem pendidikan vokasi kelautan yang lebih terintegrasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menjadi motor penggerak lahirnya SDM profesional yang mampu mendukung pembangunan ekonomi biru Indonesia.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |