Pembalap muda Indonesia Qarrar Firhand(MI/Dhika)
PEMBALAP muda Indonesia Qarrar Firhand mulai memasuki fase penting dalam perjalanan balapnya. Setelah bertahun-tahun berkompetisi gokar level nasional lalu Eropa, pembalap berusia 15 tahun itu kini beradaptasi dengan atmosfer balap Formula 4 di ajang British F4 Championship.
Debutnya pada ajang British F4 di Thruxton, Inggris, akhir Juli lalu, memang belum berbuah finis karena terhenti setelah terlibat insiden. Dia masih memiliki dua seri untuk dijalani musim ini, yakni di Sirkuit Croft dan Silverstone pada September mendatang.
Kedua balapan itu akan menjadi bagian dari proses membangun fondasi sebelum tampil penuh pada musim 2027.
"Tahun ini memang fokusnya untuk learning dan gaining experience buat tahun depan. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa menang balapan dan menang. Insya Allah," kata Qarrar di Jakarta, Kamis (20/8).
Sebelum debut F4, Qarrar berhasil menjadi juara ajang gokar WSK Euro Series 2026 di Italia, untuk kategori OK. Peralihan dari gokar ke F4 menjadi tantangan tersendiri. Meski Qarrar sebelumnya sudah beberapa kali menguji mobil formula, pengalaman berada di balik kemudi saat tes diakui berbeda dengan situasi perlombaan.
Menurut Qarrar, perbedaan bukan hanya terletak pada kendaraan. Karakter persaingan, keterampilan, hingga cara menghadapi pembalap lain membuat pengalaman balapan F4 terasa berbeda.
Karena itu, Qarrar tidak ingin terburu-buru mengejar hasil. Dua seri berikutnya justru dipandang sebagai ruang untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pengalaman.
"Kaget sih tidak, tapi testing sama balapan beda. Bukan beda mobilnya, tapi beda race craft-nya, orang-orang yang lain, balapannya, race start. Jadi banyak hal yang kaget sedikit, tapi tidak kaget banget," kata dia..
"Belajar yang paling banyak yang bisa. Kalau bisa di (posisi) depan itu bonus. Tapi yang penting belajar yang paling banyak sama gain experience buat tahun depan yang bisa membantu buat tahun depan," katanya.
*Pelajaran Kerasnya Persaingan*
Debut di Thruxton menjadi pelajaran langsung bagi Qarrar tentang kerasnya persaingan di F4. Dia melihat setiap pembalap datang dengan tujuan yang sama, bukan sekadar menguji kemampuan. Qarrar juga mulai memahami bagaimana sebuah akhir pekan balapan harus dijalani secara profesional. Persiapan, komunikasi dengan tim, hingga pengambilan keputusan di lintasan menjadi bagian yang harus dikuasai.
"Yang paling didapat itu pasti lebih tahu F4 bagaimana, how it works. Dan bukan cuma kayak orang main-main, benar-benar semuanya mau menang," ujarnya.
"Bagaimana cara approach the weekend, orang jauh lebih serius. Dan juga kayak ngomong sama tim, itu komunikasi paling penting. Banyak hal, nyetir juga dapat. Jadi it's more gaining experience," kata Qarrar.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami F4 menuntut kemampuan yang lebih komplet. Selain penguasaan mobil, pembalap harus mampu membaca situasi balapan dan berkomunikasi efektif dengan tim.
"Pastinya balapan F4 beda sama gokart. Setiap balapan pasti learning hal baru, the track, balapan kompetisinya, mobilnya lebih tahu. Jadi yang aku coba buat tahun ini lebih understanding everything saja," ujarnya.
*Fisik dan Mental Jadi Prioritas*
Untuk menghadapi tuntutan F4, Qarrar memperkuat persiapan fisik dan mental. Program latihannya mencakup boxing, gym, serta latihan kardio seperti lari dan bersepeda.
Latihan boxing bahkan tidak sekadar ditujukan untuk kebugaran. Sesi sparring juga digunakan untuk mengasah kecepatan berpikir dan reaksi yang dibutuhkan ketika berada di lintasan. Aspek mental juga menjadi perhatian. Qarrar menyadari tekanan kompetisi akan semakin besar seiring naiknya jenjang balap.
"Fisik sekarang latihan tiga boxing, gym, sama running. Running atau kardio, bisa running atau biking. Kardio itu bisa setiap hari dibuatkan," jelasnya.
Qarrar masih akan menjalani dua seri British F4 musim ini termasuk di Silverstone pada September mendatang. Setiap pengalaman yang diperoleh musim ini akan dikumpulkan untuk menghadapi musim penuh pada 2027.
"Pastinya mau coba hasil yang bagus dan kalau bisa untuk menang," tegasnya.
"Semua orang kan mau ke F1, itu benar-benar top of motorsport. Jadi tantangannya gede pasti, tapi saya harus berani buat challenge ke tantangan itu dan mencapai tujuan," pungkasnya.
(P-4)


















































