TRIBUN penonton pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ambruk(MI/LILIEK DHARMAWAN)
TRIBUN penonton pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ambruk pada Minggu (26/7) sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa yang terjadi sesaat setelah pembukaan acara itu mengakibatkan sejumlah penonton mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Hingga Minggu sore, jumlah pasti korban masih dalam pendataan. Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah ambulans terus hilir mudik mengevakuasi penonton menuju beberapa rumah sakit di Purwokerto.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, tribun nonpermanen berbahan rangka besi sepanjang sekitar 10 meter itu tiba-tiba roboh. Bagian yang ambruk merupakan empat baris teratas dari total delapan baris tribun yang disediakan untuk penonton.
Usai kejadian, area tribun langsung dipasangi garis polisi. Sejumlah personel kepolisian dan TNI tampak berjaga untuk mengamankan lokasi sekaligus mendukung proses penyelidikan.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan peristiwa tersebut merupakan musibah yang tidak diharapkan semua pihak. Menurutnya, penyebab ambruknya tribun masih dalam proses investigasi oleh aparat kepolisian bersama pihak terkait.
"Pertama tentu ini kejadian yang tidak diinginkan oleh semua. Beberapa hari sebelumnya aman-aman saja. Ini yang terakhir tiba-tiba jadi seperti ini. Sekarang sedang dalam proses penanganan dan investigasi," kata Sadewo.
Ia mengatakan, usai kejadian dirinya langsung memantau penanganan korban di sejumlah rumah sakit, yakni RS Wijaya Kusuma, RS Elisabeth, dan RS Orthopaedi Purwokerto.
Pemkab Banyumas bersama penyelenggara, Ikatan Motor Indonesia (IMI), kepolisian, serta pihak vendor juga akan membentuk pusat informasi (command center) dan menunjuk satu juru bicara agar informasi yang disampaikan kepada publik tidak simpang siur.
"Kita akan membuat command center, kemudian nanti ada satu PIC yang akan menjelaskan supaya informasi tidak bias. Di media sosial pasti akan banyak informasi yang beredar, padahal tidak ada yang menginginkan kejadian ini terjadi," ujarnya.
Sadewo menambahkan, untuk sementara seluruh rangkaian kegiatan Kejurnas Drift dihentikan hingga hasil penyelidikan selesai. Keputusan lanjutan akan menunggu hasil evaluasi dari kepolisian dan IMI.
Mengenai jumlah korban, Bupati mengaku masih menunggu hasil pendataan. Namun ia memperkirakan ada sekitar belasan orang yang harus menjalani perawatan, termasuk beberapa korban yang diduga mengalami patah tulang.
"Jumlah korbannya masih didata. Ada yang mengalami patah tulang, tetapi saya belum mendapat laporan lengkap," katanya.
Ia menambahkan, pada hari yang sama kepolisian telah memanggil penyelenggara, vendor, panitia, pihak penjualan tiket, serta IMI untuk mengklarifikasi kapasitas tribun, jumlah penonton yang berada di atas tribun, hingga kelayakan konstruksi tribun yang digunakan.
Menurut Sadewo, tanggung jawab terhadap para korban berada pada penyelenggara (event organizer) dan panitia pelaksana. Meski demikian, Pemkab Banyumas juga akan turut mengawal proses penanganan para korban.
"Kami hanya menyediakan tempat penyelenggaraan, tetapi pemerintah daerah juga akan mengawal penanganan para korban," ujarnya.
Kejurnas Drift Speed Fest merupakan putaran ketiga kejuaraan nasional drift yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu, di kawasan GOR Satria Purwokerto. Penyebab pasti ambruknya tribun saat kejuraan drift masih diselidiki aparat kepolisian. (H-4)


















































