Trump Ancam Sanksi Ekonomi Berat bagi Negara yang Bantu Iran

12 hours ago 4
Trump Ancam Sanksi Ekonomi Berat bagi Negara yang Bantu Iran Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan ancaman hukuman ekonomi berskala besar. Trump menegaskan akan menjatuhkan sanksi berat terhadap negara mana pun yang memberikan bantuan atau menjalin hubungan bisnis dengan Teheran.

Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social pada Rabu (19/8/2026) waktu setempat. Langkah ini diambil saat konflik regional memasuki bulan keenam tanpa ada tanda-tanda penyelesaian, baik melalui jalur diplomatik maupun militer. Selain itu, kebijakan keras ini muncul di tengah sorotan politik domestik menjelang pemilihan umum AS pada November mendatang.

Operasi Ekonomi Terbesar

Trump mendeskripsikan langkah baru ini sebagai operasi ekonomi terbesar yang pernah diarahkan terhadap suatu negara. Ia menegaskan bahwa Washington akan menggunakan isolasi ekonomi sebagai senjata utama untuk menekan Iran secara total.

"Hari ini saya mengumumkan operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun. Ini akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi," ujar Trump dalam pernyataannya.

Trump juga memperluas cakupan ancamannya. Ia memperingatkan bahwa pemerintah, perusahaan, pengelola bandara, hingga lembaga keuangan yang menyediakan jalan keluar bagi Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat berat.

"Saya juga mengumumkan bahwa negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan bantuan dalam bentuk apa pun kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat berat," tegasnya.

Meski demikian, Trump belum merinci bentuk sanksi spesifik yang akan dijatuhkan. Ia juga tidak menyebutkan nama negara tertentu yang menjadi target bidikan sanksi sekunder tersebut.

Ketegangan di Selat Hormuz

Kebijakan ini sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang sebelumnya mengisyaratkan pemberlakuan isolasi ekonomi terhadap Iran dalam skala yang belum pernah terjadi.

Tekanan ekonomi ini memuncak di tengah situasi panas di Selat Hormuz. Walaupun intensitas serangan rudal dilaporkan mereda dalam beberapa hari terakhir, Iran masih melakukan blokade efektif terhadap jalur pelayaran strategis tersebut. Selat Hormuz merupakan rute vital bagi perdagangan energi dunia.

Upaya diplomasi untuk membuka kembali jalur tersebut melalui kesepakatan sementara antara AS dan Iran dikabarkan kandas. Padahal, sebelumnya kedua belah pihak sempat mengakui ada pertukaran pesan yang memicu harapan akan solusi damai.

Namun, Trump secara tegas menyatakan bahwa pembicaraan berakhir. Dalam unggahan media sosialnya, ia bahkan melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut Selat Hormuz berpotensi menjadi wilayah baru Amerika Serikat, sinyal bahwa Washington tidak akan mengendurkan tekanan terhadap Teheran dalam waktu dekat. (AFP/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |