Trump Bersumpah Balas Keras Serangan Rudal Iran

2 hours ago 5
Trump Bersumpah Balas Keras Serangan Rudal Iran Presiden AS Donald Trump bersumpah akan melancarkan serangan balasan yang sangat keras setelah militer Iran menembakkan rudal ke pangkalan Amerika.(White House)

ESKALASI ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki babak baru. Presiden Donald Trump berjanji akan memberikan respons tegas atas upaya serangan Iran terhadap posisi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Trump menegaskan saat ini adalah "giliran" bagi negaranya untuk membalas rentetan serangan yang sempat mereda. Keredaan tersebut sebelumnya sempat terjadi seiring upaya Trump yang mencoba mencari jalan keluar secara diplomatik.

Berbicara kepada para wartawan di Ruang Oval (Oval Office) pada hari Rabu, Trump melontarkan peringatan kerasnya secara terbuka dan langsung.

"Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras karena giliran kami untuk menghantam mereka. Mereka tahu itu akan datang," ujar Trump.

Serangan Udara yang Berhasil Digagalkan

Menurut laporan pihak militer Amerika Serikat, Iran telah menembakkan sejumlah rudal yang diarahkan ke pasukan AS pada malam hari. Meski demikian, seluruh rudal yang mengancam tersebut berhasil dicegat dan digagalkan sebelum mengenai sasaran.

Insiden penembakan rudal ini menandai pergeseran dari pola aksi saling balas dendam yang biasa terjadi. Sebelumnya, Iran cenderung bereaksi merespons serangan awal yang dilakukan oleh AS. Namun, tindakan ofensif kali ini seolah menunjukkan kesediaan Iran untuk memulai kembali permusuhan secara terbuka.

Merespons potensi ancaman balasan dari militer Amerika Serikat, Trump mengungkapkan bahwa pihak lawan sempat memohon agar Washington menahan diri.

"Mereka meminta kami untuk tidak melakukannya," kata Trump. Ia juga menambahkan bahwa semua tembakan yang masuk dari pihak musuh telah berhasil diatasi dan "dijatuhkan ke tanah."

Dinamika Faksi di Internal Iran

Walaupun ancaman fisik dari rudal tersebut berhasil dinetralisir tanpa korban, Presiden Trump menegaskan tindakan ofensif Iran tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja tanpa konsekuensi.

"Namun mereka tetap melepaskan tembakan, jadi sekarang giliran kami," lanjut Trump, "dan kita akan lihat apakah kita akan mencapai kesepakatan pada suatu titik. Tetapi kami akan menghantam mereka dengan sangat keras."

Lebih lanjut, Trump memberikan isyarat menarik mengenai dinamika internal di tubuh kepemimpinan musuh. Ia menyebut serangan rudal tersebut kemungkinan besar tidak dilakukan oleh faksi utama yang selama ini berunding dengan Amerika Serikat, melainkan oleh kelompok sayap lain di dalam struktur kepemimpinan Iran.

"Itu adalah kelompok yang berbeda dari yang sedang kita hadapi," jelas sang presiden.

Meski mengklaim bahwa pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut telah menyatakan penyesalannya, Trump bersikukuh bahwa Amerika Serikat tetap akan mengeksekusi tindakan balasan sebagai bentuk peringatan keras.

"Mereka sudah meminta maaf, tapi Anda tahu kita harus memukul mereka sedikit," pungkasnya. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |