Trump Sebut Ancaman AI Hoaks, Interupsi KTT AI NVIDIA

5 days ago 3
Trump Sebut Ancaman AI Hoaks, Interupsi KTT AI NVIDIA Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Donald Trump melakukan panggilan telepon mengejutkan kepada CEO NVIDIA, Jensen Huang, dalam acara All-In Summit di Los Angeles pada Senin (14/9/2026). Dalam percakapan tersebut, Trump menepis kekhawatiran mengenai kecerdasan buatan (AI) dan membela ekspansi cepat infrastruktur AI di Amerika Serikat.

Huang, yang sedang berbicara di atas panggung di hadapan ribuan peserta, menjawab panggilan tersebut dan mencoba menyambungkannya ke pengeras suara. Trump sempat bercanda bahwa Huang bisa merancang cip AI tercanggih di dunia tetapi kesulitan menyalakan loudspeaker.

Dalam kesempatan itu, Trump menyoroti perdebatan mengenai keamanan AI. Ia menyebut peringatan bahwa AI dapat menjadi ancaman eksistensial bagi manusia sebagai suatu hoaks dan penipuan.

"Robot tidak akan mengambil alih dunia. AI tidak akan mengambil alih seluruh dunia. Semua hoaks," tegas Trump dalam panggilan tersebut.

AI sebagai 'Minyak' Masa Depan

Trump berargumen bahwa penolakan terhadap pembangunan pusat data (data center) justru membantu rival geopolitik seperti Tiongkok. Ia mengeklaim bahwa infrastruktur AI akan menjadi minyak untuk 20 hingga 25 tahun ke depan, akan menghasilkan kekayaan bagi negara bagian dan komunitas lokal.

Jensen Huang tampak mendukung pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan kepemimpinannya di bidang AI merosot. Pernyataan ini disambut sorak-sorai dan tepuk tangan meriah dari para pembawa acara dan penonton.

Perdebatan Keamanan AI

Pernyataan Trump muncul di tengah perdebatan sengit di industri teknologi. Sejumlah tokoh terkemuka, termasuk CEO Anthropic Dario Amodei, sebelumnya menyerukan perlambatan pengembangan sistem AI yang semakin kuat dan pengenalan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat.

Pekan lalu, mantan peneliti Anthropic, Jacob Coxon, mengundurkan diri secara terbuka dengan peringatan bahwa AI tingkat lanjut bisa menjadi cukup kuat untuk mengancam kemanusiaan jika dikembangkan tanpa pengamanan yang memadai. CEO OpenAI, Sam Altman, juga setuju bahwa upaya penyelarasan keamanan harus berjalan seiring dengan kemajuan model AI untuk menghindari skenario distopia.

Menolak Regulasi Ketat

Trump secara konsisten menolak seruan untuk memperlambat pengembangan AI. Saat berbicara kepada wartawan di Irlandia pada Minggu, ia menegaskan pentingnya menjaga keunggulan AS atas Tiongkok.

"Kita memimpin Tiongkok dalam AI. Dan sejujurnya, saya ingin tetap seperti itu karena siapa pun yang memenangkan AI, dialah pemenangnya," kata Trump. Ia menambahkan bahwa ketakutan yang dipromosikan oleh kekuatan negatif didasarkan pada skenario yang tidak akan terjadi.

Melalui unggahan di Truth Social pada Senin (14/9/2026), Trump kembali menegaskan bahwa satu-satunya pagar pembatas yang dibutuhkan AI adalah presiden yang kuat dan cerdas. Ia bersikeras bahwa AS harus terus memperluas pengembangan AI dan pembangunan pusat data meskipun menghadapi tantangan lingkungan dan kebutuhan energi yang besar.

Kontroversi Pusat Data: Ekspansi pusat data di AS menghadapi tantangan terkait konsumsi listrik yang masif, tekanan pada pasokan air lokal untuk pendinginan, serta dampak kebisingan bagi masyarakat sekitar. (Newsweek/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |