Wali Kota Tri Adhianto Tjahyono meresmikan turap di kawasan Perumahan Bumi Bekasi Baru, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).(DOK.PEMKOTBEKASI)
PEMERINTAH Kota Bekasi terus memperkuat infrastruktur pengendali banjir dengan pendekatan teknologi sipil yang terintegrasi. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, secara resmi meresmikan pembangunan turap di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rawalumbu, tepatnya di kawasan Perumahan Bumi Bekasi Baru, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemkot dalam memitigasi risiko luapan air di wilayah padat penduduk.
Pembangunan turap ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan respons teknis terhadap tantangan hidrologi di Kali Rawalumbu. Aliran sungai ini melintasi titik-titik krusial, termasuk tiga RW di Kelurahan Pengasinan dan tiga RW di Kelurahan Sepanjang Jaya, yang selama ini menjadi area terdampak saat intensitas hujan tinggi.
Integrasi Hulu ke Hilir: Menghindari Bottleneck Aliran
Dalam peresmian tersebut, Tri Adhianto menekankan bahwa efektivitas infrastruktur pengendali banjir sangat bergantung pada kesinambungan aliran. Ia menyoroti pentingnya penanganan yang menyeluruh dari hulu hingga hilir agar tidak terjadi penumpukan air di satu titik tertentu.
“Jembatan dari titik pertama sampai Carita sudah sangat bagus. Tetapi saya minta jangan berhenti di sini, harus kita lanjutkan sampai Jembatan Carita. Karena ketika Jembatan 0 dibangun, justru kita melihat air meluap. Artinya, penanganannya harus kita lihat secara utuh dari hulu sampai hilir,” ujar Tri dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).
Instruksi ini menggarisbawahi bahwa pembangunan turap harus mengikuti pola aliran air secara presisi. Tanpa penguatan hingga kawasan Jembatan Carita, risiko luapan di titik-titik transisi tetap tinggi akibat adanya hambatan aliran (bottleneck).
Analisis Infrastruktur DAS Rawalumbu:
- Lokasi Fokus: Perumahan Bumi Bekasi Baru, Sepanjang Jaya.
- Cakupan Wilayah: 3 RW Pengasinan & 3 RW Sepanjang Jaya.
- Target Lanjutan: Penguatan turap hingga Jembatan Carita.
- Tujuan Utama: Pengendalian banjir terintegrasi hulu-hilir.
Efisiensi Anggaran dan Optimalisasi Fiskal
Di tengah pembangunan masif, Pemkot Bekasi juga menerapkan strategi efisiensi anggaran yang ketat. Tri mengungkapkan adanya penyesuaian fiskal yang signifikan untuk memastikan dana publik kembali ke masyarakat dalam bentuk infrastruktur yang bermanfaat langsung.
Total efisiensi yang dilakukan mencapai hampir Rp500 miliar. Anggaran yang biasanya berada di angka Rp7 triliun, kini disesuaikan menjadi sekitar Rp6,5 triliun. Penghematan ini dilakukan dengan memangkas biaya operasional yang bersifat seremonial dan konsumtif.
| Total Efisiensi | ± Rp500 Miliar |
| Pos Penghematan | Biaya snack, kopi, dan tenda upacara |
| Alokasi Kewilayahan | Dukungan Rp100 juta per wilayah dengan perencanaan ketat |
“Pemerintah harus mengalah, karena uang yang berasal dari masyarakat harus kita kembalikan lagi kepada masyarakat,” tegas Tri. Ia juga menambahkan bahwa setiap anggaran kewilayahan sebesar Rp100 juta harus memiliki skala prioritas yang jelas agar hasilnya optimal dan tidak terbuang sia-sia.
Keberlanjutan: Pemeliharaan dan Program Lingkar Keren
Salah satu tantangan klasik dalam pembangunan infrastruktur adalah aspek pemeliharaan. Wali Kota Bekasi mengingatkan jajarannya agar tidak hanya fokus pada seremoni peresmian, tetapi juga pada perawatan jangka panjang terhadap turap, taman, dan saluran air yang telah dibangun.
Untuk mendukung hal ini, Pemkot Bekasi mengandalkan program Lingkar Keren. Program ini dirancang sebagai platform bagi setiap kecamatan dan RW untuk mengidentifikasi masalah spesifik di lingkungan mereka dan menyusun solusi berbasis kebutuhan lokal.
Dengan adanya sinergi antara pembangunan fisik (turap) dan sistem manajemen lingkungan (Lingkar Keren), diharapkan masalah banjir di Rawalumbu dapat teratasi secara permanen. Tri berharap partisipasi aktif masyarakat dalam merawat fasilitas publik menjadi kunci keberhasilan pengendalian banjir di masa depan. (AK/I-1)















































