Ukraina Serang Kapal-Kapal Iran di Laut Kaspia, Teheran Protes Keras

2 hours ago 6
Ukraina Serang Kapal-Kapal Iran di Laut Kaspia, Teheran Protes Keras Ilustrasi.(Magnific)

PEMERINTAH Iran memanggil diplomat Ukraina di Teheran pada Minggu (26/7) untuk melayangkan protes keras atas serangan terhadap kapal komersial milik Iran di Laut Kaspia. Insiden ini menandai titik krusial di mana konflik di Timur Tengah mulai bersinggungan langsung dengan perang di Ukraina.

Otoritas Iran melaporkan bahwa serangan tersebut menyebabkan satu pelaut tewas dan beberapa lain luka-luka. Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan keluhan kepada chargé d'affaires Ukraina pada Minggu pagi, menyebut aksi tersebut sebagai tindakan bermusuhan dan kriminal, sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita Republik Islam (IRNA).

Klaim Serangan Jarak Jauh Ukraina

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melalui unggahan di platform X pada Sabtu (25/7) menyatakan bahwa pasukannya mencapai hasil signifikan melalui serangan jarak jauh di Laut Kaspia. Target serangan tersebut mencakup kapal-kapal yang digunakan untuk pengiriman kargo militer yang melibatkan Iran serta satu kapal perang.

Keterlibatan Iran dalam konflik Ukraina telah lama menjadi sorotan, terutama melalui penggunaan drone Shahed rancangan Iran oleh Rusia. Namun, serangan terbaru Ukraina ini, yang bertepatan dengan serangan militer Arab Saudi terhadap target Houthi yang didukung Iran di Yaman, menunjukkan eskalasi dan perluasan konflik yang semakin kompleks.

Blokade Laut dan Ketegangan Regional

Di tengah ketegangan ini, Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyatakan bahwa blokade laut terhadap Iran tetap berlaku penuh. Hingga 25 Juli, Centcom melaporkan telah mengalihkan 12 kapal komersial yang mencoba menerobos blokade, melumpuhkan dua kapal yang tidak patuh, dan memeriksa dua kapal lain.

Sebagai respons, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim pihaknya menetapkan otoritas penuh atas Selat Hormuz. Melalui Telegram, IRGC menyatakan pihaknya memaksa enam kapal untuk berlabuh setelah memberikan peringatan dalam 24 jam terakhir.

Diplomasi di Tengah Tekanan

Meskipun negosiasi tingkat tinggi antara AS dan Iran mengalami kebuntuan, pembicaraan teknis dengan Oman mengenai Selat Hormuz dilaporkan masih berlanjut. Di sisi lain, pemerintahan Presiden Donald Trump mengisyaratkan preferensi pada diplomasi, meski tetap menunjukkan kekuatan militer jika Iran menolak berunding secara serius.

Laporan mengenai upaya Pakistan untuk menghidupkan kembali dialog antara AS dan Iran sempat memberikan dampak pada pasar energi. Harga minyak mentah Brent turun hampir 4% menjadi US$96,78 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 3% ke level US$89,31 per barel pada penutupan Jumat lalu.

Catatan Keamanan: Administrasi AS dikabarkan menunda rencana eskalasi militer tajam terhadap Iran karena kekhawatiran atas menipisnya stok pencegat antirudal Patriot dan amunisi pertahanan udara lain. (CNBC/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |