Una Eterna Rilis SOUNDSYSTEM EVANGELIST, Rayakan Kekacauan Musik Lokal

1 month ago 6
Una Eterna Rilis SOUNDSYSTEM EVANGELIST, Rayakan Kekacauan Musik Lokal Una Eterna(MI/HO)

ADA sesuatu yang menarik ketika seorang musisi berhenti mengejar kesempurnaan dan mulai menerima kekacauan sebagai bahasa utamanya. Di titik itulah SOUNDSYSTEM EVANGELIST lahir, album terbaru dari Una Eterna, seniman multidisiplin yang selama ini dikenal lewat berbagai medium, mulai dari ilustrasi, desain, penulisan, produksi musik, hingga DJ set di bawah moniker unETERNAlly.

Alih-alih melanjutkan formula yang dianggap berhasil melalui rilisan sebelumnya, Una justru mengambil langkah mundur. Bukan karena kehilangan arah, melainkan karena mempertanyakan seluruh proses kreatifnya sendiri.

Rasa tidak puas terhadap karya-karyanya menjadi titik awal pencarian baru: kembali mengunjungi musik-musik yang membentuk dirinya sejak kecil, lalu membiarkan semuanya bertabrakan tanpa perlu mencari pembenaran.

Eksperimen Bunyi dan Nostalgia Lokal

Hasilnya adalah sebuah album yang menolak dikotomi antara yang dianggap "serius" dan "receh". Di dalamnya, funkot, breakcore, reggae, dangdut, hardcore, hingga internet music saling berkelindan dalam satu ruang yang sama. Tidak ada upaya untuk merapikan benturan tersebut; justru dari kekacauan itulah identitas album ini terbentuk.

Jika banyak rilisan elektronik hari ini sibuk mengejar estetika futuristik, SOUNDSYSTEM EVANGELIST justru menemukan masa depannya melalui nostalgia yang sangat lokal. Album ini menjadi pengingat bahwa musik dansa Indonesia tidak pernah membutuhkan validasi dari luar untuk terdengar radikal. Funkot, reggae, dan dangdut hadir bukan sebagai gimmick atau ironi, melainkan sebagai fondasi yang sejak awal memang layak dirayakan.

Detail Album Informasi
Judul Album SOUNDSYSTEM EVANGELIST
Artis Una Eterna (unETERNAlly)
Tanggal Rilis 24 Juli 2026
Label Anti Trust Records
Platform Bandcamp, Subvert.fm
Genre/Unsur Funkot, Breakcore, Reggae, Dangdut, Hardcore, Internet Music

Pendekatan DIY dan Penghormatan Personal

Sebagian besar materi dalam album diproduksi dan direkam sendiri oleh Una Eterna di kamarnya. Meski dominan dikerjakan secara mandiri, sejumlah kolaborasi turut hadir melalui Cahya Nugraha pada salah satu komposisi, serta emmcare yang berkontribusi dalam proses produksi untuk lagu lainnya. Seluruh artwork juga dikerjakan langsung oleh Una, memperkuat pendekatan DIY (Do It Yourself) yang menjadi bagian penting dari praktik kreatifnya.

Di balik seluruh eksperimen tersebut, SOUNDSYSTEM EVANGELIST tetap terasa sangat personal. Album ini menjadi bentuk penghormatan kepada Mbah Surip, sosok yang disebut Una sebagai pintu masuk pertamanya terhadap musik sejak usia empat tahun.

“Album ini adalah penghormatan untuk Mbah Surip yang mengenalkan saya pada musik sejak usia empat tahun, sekaligus ucapan terima kasih untuk komunitas, teman-teman, para kolaborator, dan Anti Trust Records yang telah mendukung saya hingga album ini bisa terwujud,” ujar Una Eterna.

Lebih dari sekadar album elektronik, karya ini merupakan refleksi atas cara mendengar yang lahir dari pengalaman sehari-hari—di mana musik lokal, kultur internet, dan berbagai pengaruh yang tampak bertolak belakang dapat hidup berdampingan tanpa harus kehilangan identitas masing-masing. Album ini menawarkan pandangan bahwa inspirasi tidak selalu datang dari sesuatu yang jauh, tetapi juga dari bunyi-bunyian yang telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. (Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |