Usman Hamid Rilis Single Solo Sorrow And Pain: Catatan Duka dan Aktivisme

1 month ago 7
 Catatan Duka dan Aktivisme Artwork untuk single Sorrow And Pain dari Usman Hamid(MI/HO)

AKTIVIS Hak Asasi Manusia (HAM) yang juga dikenal aktif di dunia musik, Usman Hamid, resmi merilis single debut solonya bertajuk Sorrow And Pain pada Rabu (12/8). Dirilis melalui label Alarm Records yang berbasis di Bali, karya ini menandai eksplorasi musikal baru Usman yang jauh berbeda dari karakter rock yang selama ini ia usung bersama bandnya, Usman And The Blackstones.

Sorrow And Pain hadir dalam balutan aransemen yang sunyi, tanpa hiasan, dan cenderung eksperimental. Tidak ada dentuman power chord yang megah; lagu ini hanya menyisakan vokal close-mic yang getir, iringan piano dan synth yang berbisik, serta ruang kosong yang dibiarkan bernapas.

Rekaman Duka Kolektif dari Ruang Personal

Lagu ini berakar dari pengalaman pribadi sang istri, Veronica Soeprapto, yang kehilangan ayah dan kakaknya dalam waktu berdekatan di masa pandemi 2020-2022. Usman merekam kegetiran saat prosesi pemakaman tidak bisa berjalan normal, saat keluarga hanya bisa menatap layar dan menjemput jenazah dalam kesunyian.

"Bersifat personal karena ada kehilangan yang harus dihadapi di ruang kecil hidup saya. Tapi juga sosial dan politik, karena duka itu dialami jutaan orang sedunia. Kalau tidak saya tulis, kesedihan itu akan tinggal di tubuh tanpa jejak," ujar Usman Hamid.

Secara lirik, lagu ini tidak menawarkan janji kesembuhan instan, melainkan tentang keberanian untuk bertahan dan berjalan dalam kegelapan bersama orang terdekat.

Potongan liriknya berbunyi: "In the depths of sorrow and pain / A story of love and loss we shall explain. Hold on tight, my love, through the darkest night. Our love will heal the wounds of every broken heart."

Proses Kreatif dan Visi Musikal

Lahir dari diskusi santai di Kios Ojo Keos bersama musisi Reza Ryan, lagu ini terinspirasi dari progresi akor gelap yang muncul saat mereka mengaransemen ulang lagu Perempuan Gembala. Usman menyebut visi musikalnya kali ini dipengaruhi oleh David Bowie dan Neil Young, dengan arah produksi yang mendekati nuansa Joy Division dan Björk.

"Reza paham bahwa lagu tentang luka tidak perlu dirias. Kami sengaja biarkan ketidaksempurnaan: napas, suara jari di senar, detak drum yang minimal seperti detak jantung. Karena duka juga tidak pernah sempurna," jelasnya.

Detail Produksi Sorrow And Pain

Peran Nama
Penulis Lirik & Vokal Usman Hamid
Penulis Lagu Muhammad Reza Gustrianto & Usman Hamid
Music Director & Mixing/Mastering Reza Ryan
Rekaman Vokal Kelana Halim
Rekaman Drum Vicky Groove
Label Rekaman Alarm Records (Bali)

Musik sebagai Instrumen Aktivisme

Bagi Usman, proyek solo ini adalah sisi lain dari perjuangannya. Jika Usman And The Blackstones (UATB) adalah wadah untuk menyuarakan kemarahan dan sejarah aktivisme 25 tahun melalui musik rock, maka proyek solo ini lebih bersifat meditatif dan romantis untuk mengajak pendengar bertahan bersama.

"Aktivisme bertanya: apa dan siapa yang jahat? Musik bertanya: siapa yang terluka? Keduanya perlu," tegas Usman.

Ia percaya bahwa musik memiliki kemampuan untuk masuk melalui "pintu belakang" perasaan, menyentuh sisi kemanusiaan yang sulit dijangkau oleh argumen politik semata.

Manajer Alarm Records, Dani Supriatna, mengungkapkan bahwa Sorrow And Pain merupakan pembuka dari mini album (EP) yang direncanakan rilis pada akhir tahun 2026. Alarm Records sendiri memang didedikasikan untuk karya-karya yang mengusung kritik sosial dan isu lingkungan.

Saat ini, Sorrow And Pain sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital. Karya ini menjadi pengingat bahwa menemani orang yang dicintai saat terpuruk adalah sebuah tindakan politik dan bentuk perlawanan terhadap lupa. (Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |