DT Peduli menggelar public Expose untuk melaporkan penggunaan dana ZISWAF kepada masyarakat.(ISTIMEWA)
LEMBAGA Amil Zakat Nasional (LAZNAS) DT Peduli melaporkan penyaluran dana publik melalui agenda Public Expose 2026 di Aula Daarul Hajj Bandung. Kegiatan itu menginformasikan rincian penggunaan dana ZISWAF kepada masyarakat.
Laporan kinerja ini mengedepankan keterbukaan data alokasi kas secara terperinci sesuai standar operasional lembaga.
Dalam pelaksanaannya, agenda tersebut memaparkan hasil program pada beberapa sektor utama. Fokus pemaparan mencakup bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas ekonomi warga.
Di samping itu, penyelenggara melaporkan rekam jejak penyaluran bantuan kemanusiaan secara terpisah.
Penyajian data operasional di lapangan dilakukan untuk membuktikan kesesuaian antara jumlah himpunan dana dengan target penerima manfaat. Pemaparan informasi secara faktual ini menjadi landasan ukur keberhasilan operasional selama satu tahun terakhir.
Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, menegaskan transparansi adalah syarat mutlak. Hal ini wajib diterapkan demi meminimalisasi potensi penyalahgunaan anggaran.
“Penyajian data ini bertujuan agar publik dapat meninjau langsung hasil alokasi dana yang telah dititipkan kepada lembaga,” terangnya.
DIGITAL SEDEKAH.ID
Selain merilis laporan tahunan, lembaga tersebut meresmikan sarana digital sedekah.id yang berjalan beriringan dengan perilisan program bantuan untuk Palestina. Langkah digitalisasi ini diambil guna menyesuaikan sistem administrasi internal dengan tuntutan zaman, sekaligus mencatat seluruh transaksi pengumpulan dana secara otomatis.
Terkait peluncuran sarana baru tersebut, Ketua Pelaksana Public Expose 2026, Kevin Adhytama, mengonfirmasi fungsi operasionalnya. Platform digital ini diciptakan khusus untuk mengefisienkan seluruh prosedur pengumpulan aset donasi.
“Sistem sedekah.id kami sediakan guna memberikan akses online kepada masyarakat supaya mudah bersedekah. Tetapi yang lebih penting, agar proses penyaluran dana tercatat secara terpusat,” tambahnya.
Acara pelaporan ini diawasi langsung oleh pemangku kepentingan tingkat nasional sebagai bentuk kontrol kualitas. Perwakilan Kementerian Agama dan delegasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) hadir meninjau substansi laporan secara mendetail dari awal hingga akhir acara.
Anggota Forum Zakat (FOZ) beserta figur publik Dennis Lim juga turut mengikuti rangkaian evaluasi ini. Keterlibatan pihak eksternal memegang peranan vital sebagai sarana pengawasan objektif terhadap kredibilitas operasional lembaga.
Pada kesempatan yang sama, panitia menyerahkan sertifikat penghargaan kepada sejumlah instansi korporasi.
Dokumen ini diserahkan kepada perusahaan yang tercatat rutin menyalurkan dana pertanggungjawaban sosial mereka melalui pihak penyelenggara dalam satu tahun terakhir. Penyerahan sertifikat ini adalah prosedur administratif standar untuk merawat hubungan kerja sama antarinstansi.
Pemaparan laporan keuangan secara berkala merupakan kewajiban pokok lembaga penyalur. Masyarakat berhak memeriksa rincian aliran dana mereka.
Jajang menutup agenda dengan menegaskan komitmen lembaganya terhadap pedoman regulasi negara.
“Seluruh dana publik yang disalurkan sudah sesuai aturan administrasi dan siap diaudit kapan pun,” tandasnya.













































