Konferensi pers PSIM Yogyakarta.(Dok. Antara)
PELATIH PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memberikan catatan khusus terkait penyelesaian akhir tim asuhannya dalam masa persiapan menyambut kompetisi musim 2026/2027. Hal ini menyusul hasil evaluasi pasca-latihan bersama melawan Bali United.
Dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (22/8), penilaian Van Gastel tersebut muncul setelah Laskar Mataram menjalani uji tanding dengan Bali United di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu pagi. Pelatih asal Belanda itu menyayangkan sejumlah peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol.
"Kami sempat berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang sebanyak dua atau tiga kali. Peluang-peluang tersebut seharusnya berbuah gol," ungkap Van Gastel.
Ia menegaskan bahwa efektivitas di depan gawang lawan menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi timnya. Meski mampu mendominasi dan menciptakan banyak peluang, terutama di fase akhir pertandingan, ketenangan dalam mengeksekusi bola masih perlu ditingkatkan.
"Oleh karena itu, saya rasa dalam hal tersebut kami masih harus berbenah karena meskipun menciptakan banyak peluang di babak akhir, kami tidak mampu menyelesaikannya dengan baik," sambungnya.
Rotasi Pemain dan Menit Bermain
Selain menyoroti aspek teknis penyelesaian akhir, pelatih berusia 54 tahun tersebut juga telah merancang agenda untuk latihan bersama berikutnya. Van Gastel berencana memberikan jam terbang lebih banyak bagi pemain yang pada laga kontra Bali United hanya tampil di babak tambahan.
"Pada pertandingan berikutnya, giliran para pemain lain yang akan bermain selama 90 menit penuh. Hal ini penting agar mereka juga mendapatkan menit bermain yang sama," jelas mantan pelatih Feyenoord tersebut.
Ia menyadari bahwa bermain penuh selama 90 menit akan menjadi tantangan fisik bagi para pemain pelapis, namun hal itu sangat dibutuhkan untuk menjaga kedalaman skuat sebelum liga resmi bergulir.
Apresiasi Cara Bertahan
Kendati memiliki catatan di lini serang, Van Gastel mengaku tetap puas dengan progres kolektif tim, terutama dalam aspek organisasi pertahanan dan etos kerja pemain di lapangan.
"Secara keseluruhan saya puas dengan cara bermain dan cara bertahan yang kami terapkan. Saya puas, dan untuk para pemain yang tampil di babak akhir," pungkasnya. (Ant/H-3)


















































