Wamenko Hanif: Pemerintah Pantau Pergerakan Harga Pangan

3 hours ago 1
 Pemerintah Pantau Pergerakan Harga Pangan Wamenko Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menyerahkan bantuan pangan untuk warga di Desa Lohbener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.(MI/Nurul Hidayah)

PEMERINTAH terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok. Stok pangan disiapkan di seluruh gudang Bulog untuk intervensi jika terjadi gejolak harga di pasaran. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Indramayu, Kamis (20/8). Kedatangan Hanif untuk meninjau langsung penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) alokasi Juli–September 2026 di Balai Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang. 

“Pemerintah terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok melalui sistem terpadu lintas lembaga. Fluktuasi harga terus dipantau pemerintah ,” tutur Hanif. Pemantauan pergerakan harga kebutuhan pokok ini juga melibatkan Bank Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Pangan Nasional.

Tidak hanya melakukan pemantauan, pemerintah juga telah mempersiapkan stok yang cukup di seluruh gudang Bulog. Stok tersebut merupakan akumulasi beras pemerintah pusat dan cadangan pemerintah daerah, yang berfungsi sebagai instrumen intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga. 

“Apabila harga terindikasi menjauhi Harga Eceran Tertinggi (HET), pemerintah akan mengambil langkah melalui penyaluran bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta pembangunan warung pangan oleh ID FOOD,” tutur Hanif. 

Pada kesempatan yang sama Hanif pun mengungkapkan bahwa untuk menjaga stabilitas harga dengan jumlah penduduk yang mencapai 288,3 j uta bukanlah hal yang mudah. Namun, lanjut Hanif,  pemerintah berkomitmen terus bekerja keras dan memperkuat koordinasi demi memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Dengan penyaluran bantuan pangan yang dilakukan hari ini, Hanif berharap mampu menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus meredam potensi gejolak harga pangan, terutama di wilayah lumbung pangan nasional seperti Indramayu. 

Sementara itu, Pimpinan Bulog Kantor Cabang Indramayu, Apip Wijaya, menjelaskan pengadaan beras dari petani lokal hingga saat ini telah melampaui target yang ditetapkan. Di Bulog Indramayu, dari hasil pengadaan dalam negeri, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 100% dari total target 174.000 ton setara beras,

Apip pun memastikan capaian pengadaan tersebut turut memperkuat ketersediaan beras Bulog di wilayah Indramayu untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilitas pasokan. (UL/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |