Warga Karawang Dilatih Kelola Sampah Rumah Tangga Jadi Sumber Ekonomi

4 weeks ago 8
Warga Karawang Dilatih Kelola Sampah Rumah Tangga Jadi Sumber Ekonomi Peruri kembali menjalankan Program Peruri Asri 2026.(Dok.Peruri)

PERURI kembali menjalankan Program Peruri Asri (Aksi Sustainable untuk Resiliensi Indonesia) yang memasuki tahun kedua. Program ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus mendorong peluang ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular.

Kick-off Program Peruri Asri 2026 digelar di Rumah BUMN Karawang, Telukjambe, Karawang, pada Sabtu (26/8). Kegiatan diikuti 25 ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Sampah Peruri (KSSP) serta 15 ibu rumah tangga dari lingkungan sekitar.

Kegiatan dibuka Koordinator Corporate Communication & TJSL Peruri Yahdi Lil Ihsan. Hadir pula Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Kebersihan Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Karawang Melinda Rose Diana serta Kepala Dusun Sukamanah, Desa Telukjambe, Helili.

Yahdi mengatakan Peruri Asri tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai persoalan sampah, tetapi juga memberikan keterampilan praktis agar sampah dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan ekonomi.

"Peruri Asri dirancang tidak sekadar meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah, tetapi juga membekali warga dengan keterampilan praktis untuk mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi," kata Yahdi.

Pada pelaksanaan tahun kedua, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan produk daur ulang berbahan sampah rumah tangga. Pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi keluarga.

FOKUS PROGRAM
Yahdi menjelaskan, fokus program tahun ini berbeda dengan pelaksanaan perdana. Pada tahun pertama, Peruri Asri lebih menitikberatkan pada edukasi dasar, seperti pemilahan sampah rumah tangga dan pengolahan sampah organik menggunakan metode Takakura.

"Adapun pada tahun ini, program diarahkan pada pemberdayaan ekonomi. Para peserta mendapatkan pelatihan untuk mendaur ulang sampah menjadi barang yang dapat digunakan kembali maupun produk turunan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga," ujarnya.

Menurut Yahdi, pendekatan tersebut merupakan bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular dengan mengubah sampah menjadi sumber daya yang kembali memiliki nilai.

Peruri juga memperluas peran anggota KSSP dengan mendorong peserta yang telah mendapatkan pelatihan menjadi mentor bagi warga lain di luar kelompok. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pengetahuan dan keterampilan pengelolaan sampah secara mandiri di masyarakat.

Untuk menjaga keberlanjutan program, Peruri turut memberikan dukungan sarana dan prasarana kepada KSSP. Kolaborasi dengan komunitas, pemerintah setempat, dan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

"Melalui Peruri Asri, perusahaan berharap pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga tidak berhenti pada aspek kebersihan lingkungan. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sehingga menghasilkan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan," kata Yahdi. (E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |