Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma berdialog dengan warga korban gempa di Desa Ngalupolo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Senin (24/8).(Humas Pemprov NTT)
WAKIL Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma membawa bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak gempa di Desa Ngalupolo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Senin (24/8).
Dalam kunjungan tersebut, warga meminta pemerintah segera memperbaiki akses jalan yang terdampak longsor karena menjadi jalur utama mobilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Johni datang ke Ngalupolo bersama Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere, bertemu dan berdialog dengan masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah kecamatan. Selain Ngalupolo, kunjungan dilakukan di Desa Wolotopo Timur, Desa Wolotopo, Posko Wolomboa, dan Desa Reka.
Di Desa Ngalupolo, warga menyampaikan kondisi yang mereka hadapi setelah gempa, mulai dari kerusakan rumah dan fasilitas umum hingga terganggunya akses jalan akibat longsor di sejumlah titik.
Mosalaki Yuri mengatakan perbaikan jalan menjadi kebutuhan mendesak karena masyarakat tidak memiliki jalur alternatif. “Permintaan kami hanya satu kata, yaitu jalan. Perekonomian kami bergantung pada jalan dan di sini tidak ada jalan alternatif,” ujarnya.
Sesuai data sementara yang disampaikan Camat Ndona Yosef Lebu, gempa berdampak terhadap 584 keluarga di Kecamatan Ndona. Sebanyak 353 rumah mengalami kerusakan ringan dan 134 rumah rusak berat.
Khusus di Desa Ngalupolo, sebanyak 39 keluarga terdampak. Dua rumah mengalami kerusakan berat, sementara sejumlah fasilitas umum juga terdampak, termasuk sekolah yang mengalami kerusakan ringan dan puskesmas dengan kerusakan sedang.
Sedangkan, di Desa Reka, tercatat 9 rumah terdampak gempa. Warga di desa tersebut sebagian besar menggantungkan kehidupan pada pertanian kakao dan kelapa serta produksi tikar.
Kerusakan akses jalan menjadi persoalan tersendiri bagi warga. Selain menghambat mobilitas, kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian, terutama kakao dan kelapa, serta produksi tikar.
Menanggapi keluhan tersebut, Johni mengatakan pemerintah sedang mendata seluruh kerusakan dan kerugian akibat gempa sebagai dasar untuk menentukan penanganan. “Kami datang ingin melihat langsung kerusakan dan kerugian yang dialami. Semua akan didata. Pemerintah tidak akan membuat susah rakyat,” kata Johni.
Johni juga meminta masyarakat melaporkan kerusakan melalui pemerintah desa agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai data.
Bantuan untuk Warga Terdampak
Dalam kunjungan tersebut, Johni menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di empat desa. Bantuan yang disalurkan berupa beras, air mineral, minyak goreng, makanan siap saji, tambahan gizi, gula pasir, mi instan, berbagai jenis biskuit, perlengkapan bayi, dan popok.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap dan pemulihan pascagempa.
Menurutnya, bantuan akan terus disalurkan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan. Ia juga mengingatkan warga agar menjaga kesehatan, kebersihan makanan, dan tetap waspada terhadap kondisi pascagempa. “Kita harus tetap gembira agar bisa tidur dengan tenang. Kami datang membawa bantuan untuk meringankan beban masyarakat dan akan mengupayakan bantuan lagi,” ujarnya.
Sehari sebelumnya, Johni juga mengirim 10 tangka air bersih bagi warga korban gempa yang mengalami kesulitan air bersih di i Desa Mekandetung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Pasalnya, warga di sana masih mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami di sini menggunakan air hujan. Kalau air hujan sudah habis, kami menggunakan air dari tangki. Kami sangat membutuhkan air, apalagi kami tinggal di bukit,” kata Kristina Potut, warga yang tinggal di tenda pengungsian. (Z-2)


















































