Warga Pedalaman Alor Mendapat Layanan Kesehatan Gigi Gratis

4 hours ago 6
Warga Pedalaman Alor Mendapat Layanan Kesehatan Gigi Gratis Siswa-siswi SD GMIT Kokar, Kabupaten Alor, mengikuti edukasi kesehatan gigi dan mulut, termasuk praktik menyikat gigi dengan cara yang benar.(Dok.Istimewa)

YAYASAN Kembara Nusa bersama GIGI.ID dan Basecamp Melangkiki memberikan pelayanan kesehatan gigi gratis bagi 500 warga di Desa Kokar, Kecamatan Alor Barat, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, yang masuk dalam daerah pedalaman.

Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo mengatakan kegiatan yang dilaksanakan sejak Kamis (23/7)  hingga Jumat (24/7) itu dinilai sangat membantu pemerintah daerah karena memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Kehadiran 21 dokter gigi secara bersamaan menjadi momentum penting bagi Kabupaten Alor. Kegiatan ini akan sangat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi," katanya.

Layanan kesehatan gigi gratis yang dilaksanakan oleh Yayasan Kembara Nusa merupakan program bakti sosial yang didukung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Peduli. Dalam kegiatan tersebut warga diberikan layanan pemeriksaan gigi, perawatan, konsultasi, dan edukasi kesehatan gigi.

Co-Founder Kembara Nusa Stella Valentina, mengatakan Alor dipilih karena masih menghadapi tantangan dalam akses terhadap layanan kesehatan gigi, terutama di wilayah kepulauan.

"Tujuan kami bukan hanya menangani keluhan, tetapi juga membantu masyarakat mencegah masalah gigi berulang. Karena itu, pemeriksaan dan perawatan selalu kami lengkapi dengan edukasi menyikat gigi yang benar dan pentingnya pemeriksaan rutin," katanya.

Menurut Stella, pengetahuan mengenai perawatan gigi yang dapat diterapkan setiap hari menjadi sama pentingnya dengan menghadirkan layanan medis, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses fasilitas kesehatan.

Lebih lanjut, kata dia, program tersebut melibatkan 74 relawan lintas profesi, terdiri atas 24 relawan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk 21 dokter gigi umum dan spesialis serta tiga relawan nonmedis, yang bekerja bersama 50 anggota Basecamp Melangkiki.

Bakti sosial yang dilaksanakan di Alor merupakan kegiatan pengabdian keempat yang dilaksanakan di NTT sekaligus program tahunan kedelapan sejak yayasan tersebut berdiri pada 2018.

PERSOALAN KESEHATAN GIGI
Pelaksanaan program itu juga didorong oleh masih tingginya persoalan kesehatan gigi di Indonesia. Berdasarkan data program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan pada 2025, masalah kesehatan gigi menjadi temuan terbanyak dengan sekitar satu dari dua peserta berusia 0-60 tahun mengalami gigi berlubang.

Sementara itu, pada 2026 Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 1,1 juta anak atau 41% dari anak yang diperiksa melalui program CKG mengalami gigi berlubang.

Di sisi lain, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) mencatat sebanyak 26,8% puskesmas di Indonesia masih belum memiliki dokter gigi.

Sekretaris Perusahaan BRI Dhanny mengatakan dukungan melalui program BRI Peduli merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

"Bagi BRI, akses kesehatan yang lebih merata merupakan salah satu fondasi bagi peningkatan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Kami berharap manfaatnya tidak hanya dirasakan saat pemeriksaan dan perawatan, tetapi juga melalui pengetahuan yang dapat diterapkan keluarga secara berkelanjutan," ujarnya. (Ant/E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |