Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Jawa Tengah, Ribuan Nelayan Berhenti Melaut

1 week ago 3
Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Jawa Tengah, Ribuan Nelayan Berhenti Melaut Puluhan kapal bersandar di dermaga Pekabuhan Tanjung Emas Semarang memilih berhenti berlayar karena gelombang tinggi di perairan utara Jawa Tengah.(Dok Istimewa)

Gelombang tinggi masih menjadi ancaman serius di perairan Jawa Tengah. Kondisi ini memaksa ribuan nelayan memilih untuk beristirahat, sementara Kapal Layar Motor (KLM) serta kapal tongkang belum berani melakukan pelayaran untuk sementara waktu.

Berdasarkan pemantauan pada Minggu (13/9), puluhan KLM yang biasanya mengangkut barang kelontong dan sembako masih tersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Meskipun aktivitas bongkar muat telah selesai dan kapal telah siap di dermaga, para nakhoda belum berani berlayar menuju sejumlah pelabuhan di Kalimantan.

Kondisi serupa terlihat di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah. Ribuan nelayan memilih menambatkan kapal dan perahu mereka di pelabuhan perikanan serta muara sungai karena gejolak gelombang tinggi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah.

"Gelombang tinggi masih berlangsung, kami menunggu informasi dari BMKG untuk kembali berlayar membawa barang kelontong dan sembako ke Kalimantan," ujar Tony, salah seorang nakhoda KLM di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Minggu (13/9).

Dampak terhentinya pelayaran juga dirasakan oleh pengusaha ekspedisi. Andik, pemilik ekspedisi angkutan barang rute Semarang-Sampit, mengaku aktivitas pengiriman sembako terhenti total. "Jika kondisi laut normal, kami bisa mengirimkan beras dan palawija dua hari sekali, tapi saat ini libur," tambahnya.

Di wilayah lain seperti Pekalongan, Batang, dan Demak, para nelayan juga melaporkan hal yang sama. Sunaryo, seorang nelayan di Batang, menyebutkan bahwa ribuan nelayan, terutama yang menggunakan perahu dan kapal berukuran sedang, tidak berani melaut akibat risiko tinggi di perairan utara.

Peringatan BMKG: Gelombang Capai 4 Meter

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait ketinggian gelombang yang mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan, serta 1,25 hingga 2,50 meter di perairan utara Jawa Tengah. Warga yang beraktivitas di laut maupun pesisir diminta untuk tetap waspada.

Peringatan Risiko Pelayaran:

  • Kapal Nelayan & Tongkang: Waspada jika gelombang di atas 1,25 meter dan kecepatan angin di atas 15 knot.
  • Perairan Selatan: Risiko tinggi di wilayah Cilacap hingga Purworejo dengan gelombang 2,5-4 meter.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Eriharti Nugrohowati, menjelaskan bahwa kecepatan angin di atas 15 knot sangat berisiko bagi aktivitas pelayaran. Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, menambahkan bahwa meski cuaca di daratan cenderung cerah berawan, kondisi di laut utara tetap berbahaya.

Gelombang tinggi di perairan utara terpantau berlangsung di wilayah Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa, hingga Pati-Rembang. Angin bergerak dari arah timur laut ke tenggara dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 25 knot. "Waspada saat kecepatan angin cukup kencang karena sangat berisiko terhadap aktivitas pelayaran," pungkas Agus.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |