Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Selatan Jateng hingga 21 Agustus

1 month ago 9
Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Selatan Jateng hingga 21 Agustus Gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan selatan Jawa Tengah masih terpantau dari Pantai Menganti, Kebumen Rabu (19/8) sore.(MI/Akhmad Safuan)

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan Jawa Tengah. Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung hingga Jumat (21/8) dan berisiko tinggi terhadap aktivitas pelayaran.

Prakirawan BMKG Stasiun Tunggul Wulung Cilacap, Adnan Dendy Mardika, menjelaskan bahwa gelombang tinggi tersebut meliputi wilayah perairan mulai dari Cilacap hingga Purworejo. Kondisi ini sangat berisiko bagi kapal nelayan maupun tongkang, terutama saat kecepatan angin berada di atas 15 knot.

"Gelombang tinggi ini selain berisiko terhadap pelayaran, juga mengganggu aktivitas warga di perairan dan kawasan pesisir," ujar Adnan, Rabu (19/8).

Kondisi Perairan Utara

Sementara itu, di perairan utara Jawa Tengah, ketinggian gelombang terpantau lebih rendah tetapi tetap memerlukan kewaspadaan. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanyfadhila, menyebutkan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter masih berlangsung di kawasan Karimunjawa bagian barat dan timur, Jepara, serta Pati-Rembang.

"Sedangkan di kawasan perairan utara lainnya, ketinggian gelombang berkisar 0,5-1,25 meter atau sedikit lebih melandai dan cukup aman untuk pelayaran. Untuk pasang air laut (rob) saat ini sudah menurun, meski ada peluang naik kembali dalam beberapa hari ke depan," tambah Shafira.

Potensi Hujan Ringan di 11 Daerah

Di sisi lain, cuaca di daratan Jawa Tengah pada Rabu (19/8) malam hingga Kamis (20/8) dini hari diprediksi berawan secara umum. Namun, hujan ringan berpeluang turun di kawasan pegunungan dan dataran tinggi di 11 daerah, yaitu:

  • Banjarnegara
  • Wonosobo
  • Mungkid
  • Pati
  • Jepara
  • Demak
  • Temanggung
  • Batang
  • Pemalang
  • Magelang
  • Pekalongan

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, menyebutkan kehadiran hujan ringan ini membuat suhu terasa lebih hangat di tengah musim kemarau yang sedang berlangsung. Suhu udara berkisar antara 14-30 derajat celsius dengan kelembaban 75-95 persen, serta angin bertiup dari timur laut ke barat daya dengan kecepatan 3-20 km/jam.

Waspada Karhutla

Meski ada potensi hujan di beberapa titik, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). "Tetap waspada terhadap karhutla, karena musim kemarau membuat banyak tanaman kering dan mudah tersulut api," tegas Winda Ratri. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |