Waspada Gigitan Kutu, Ilmuwan Temukan Virus Baru di Tiongkok

1 week ago 21
Waspada Gigitan Kutu, Ilmuwan Temukan Virus Baru di Tiongkok ilustrasi(Magnific)

KALANGAN Ilmuwan di Tiongkok menemukan virus baru yang dapat ditularkan melalui gigitan kutu. Virus tersebut diberi nama Asian longhorned tick nairovirus (ALTNV) dan ditemukan setelah peneliti memeriksa pasien yang mengalami demam serta memiliki riwayat terkena gigitan kutu.

Dilansir dari New York Post, virus tersebut dapat menyebabkan sejumlah gejala yang menyerupai flu. 

Penemuan ini menjadi perhatian karena ALTNV sebelumnya belum diketahui dapat menginfeksi manusia.

Berawal dari Pasien yang Digigit Kutu

Penemuan ALTNV bermula ketika para ilmuwan di Tiongkok menyelidiki sejumlah pasien yang mengalami demam setelah terpapar kutu. 

Pemeriksaan kemudian menemukan adanya virus yang berbeda dari patogen penyebab penyakit akibat gigitan kutu yang sebelumnya telah dikenal.

Para peneliti menganalisis sampel dari ribuan pasien dengan riwayat paparan kutu. Dari pemeriksaan tersebut, ALTNV berhasil diidentifikasi dan kemudian diteliti lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik serta kemungkinan penularannya.

Virus ini diketahui berkaitan dengan Haemaphysalis longicornis, atau yang dikenal sebagai Asian longhorned tick. Jenis kutu tersebut banyak ditemukan di wilayah Asia dan dapat menggigit manusia maupun hewan.

Gejalanya Mirip Penyakit Flu

Dikutip dari New York Post, pasien yang terinfeksi ALTNV dapat mengalami demam, kelelahan, sakit kepala, serta gangguan pada sistem pencernaan. Infeksi juga dikaitkan dengan penurunan jumlah trombosit dalam darah.

Kondisi tersebut membuat infeksi ALTNV berpotensi sulit dibedakan dari penyakit lain hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan penyebab infeksi.

Meski demikian, keberadaan virus baru ini tidak berarti ALTNV secara otomatis akan menyebabkan wabah besar. Peneliti masih mempelajari karakteristik virus, termasuk tingkat keparahan penyakit dan bagaimana virus tersebut dapat menyebar.

Kutu Jadi Jalur Penularan yang Diwaspadai

Berdasarkan informasi yang dikutip dari New York Post, penelitian terhadap virus tersebut menunjukkan adanya hubungan antara ALTNV dan kutu Haemaphysalis longicornis. 

Temuan ini sekaligus menambah daftar patogen yang perlu diperhatikan dalam penelitian mengenai penyakit yang ditularkan melalui kutu.

Masyarakat yang beraktivitas di area berumput, hutan, atau lingkungan yang menjadi habitat kutu dapat melakukan langkah pencegahan dengan mengenakan pakaian tertutup serta memeriksa tubuh dan pakaian setelah berada di luar ruangan.

Penemuan ALTNV menunjukkan bahwa masih ada virus yang belum sepenuhnya dikenali oleh ilmuwan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui seberapa luas penyebarannya dan seberapa besar risiko virus tersebut terhadap manusia.

(P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |