Ilustrasi(MI/HO)
BANYAK orang menganggap hilangnya rasa sakit pada gigi yang sebelumnya berdenyut sebagai tanda kesembuhan. Namun, pakar kesehatan gigi memperingatkan bahwa kondisi ini justru bisa menjadi sinyal bahaya. Rasa sakit yang mereda secara tiba-tiba sering kali menandakan bahwa jaringan saraf di dalam gigi telah mati.
VP Medical Affairs Satu Dental Group, drg. Melissa Delania, Sp.Pros, menjelaskan bahwa rasa sakit muncul selama saraf gigi masih berfungsi. Ketika saraf tersebut mati, rasa sakit memang akan berkurang atau hilang sepenuhnya, tetapi sumber masalahnya tetap ada di dalam mulut.
“Jaringan saraf yang mati itu menjadi benda mati yang ada di dalam tubuh kita. Itu menimbulkan reaksi infeksi dari badan kita sendiri,” ujar Melissa dalam acara peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional 2026 di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Risiko Komplikasi dan Infeksi Sistemik
MI/HO--Acara peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional 2026 di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurut Melissa, tubuh secara alami akan mencoba melokalisasi jaringan mati tersebut, yang kemudian memicu peradangan. Jika dibiarkan tanpa penanganan medis, infeksi dapat menyebar ke jaringan sekitar, masuk ke pembuluh darah, hingga menyebabkan infeksi sistemik.
Gejala infeksi yang sudah parah biasanya ditandai dengan demam tinggi dan pembengkakan besar. Dalam kasus yang lebih ekstrem, infeksi dapat menekan area leher dan tenggorokan, sehingga mengganggu jalur pernapasan. Kondisi ini memerlukan penanganan kompleks, mulai dari rawat inap hingga tindakan pembedahan.
Data Kesehatan Gigi di Indonesia (Sumber: SKI 2023 & SATU Dental)
| Masyarakat belum terawat medis | 90% |
| Perilaku membiarkan rasa sakit | 9 dari 10 orang |
| Rasio pelayanan medis | 1 : 8.000 |
| Puskesmas tanpa dokter gigi | 2.375 unit |
Pentingnya Pemeriksaan Berkala
Melissa menekankan bahwa masyarakat tidak seharusnya menunggu sakit untuk pergi ke dokter gigi. Pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali sangat disarankan untuk mendeteksi masalah sejak dini, seperti penumpukan karang gigi atau lubang kecil yang belum terasa nyeri.
“Biasanya kalau datang ke dokter gigi pasti ada masalah. Minimal ada karang gigi yang tidak pernah dibersihkan selama puluhan tahun yang menyebabkan radang gusi,” tambahnya.
Perawatan komprehensif sering kali membutuhkan lebih dari satu kunjungan untuk menyelesaikan berbagai masalah mulut secara tuntas.
Tips Perawatan Mandiri di Rumah
Selain kontrol rutin, Melissa membagikan langkah-langkah menjaga kebersihan mulut sehari-hari:
- Menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik dari arah gusi ke gigi.
- Melakukan flossing (benang gigi) atau menggunakan water flosser untuk membersihkan sela-sela gigi.
- Menggunakan mouthwash sebagai pelengkap kebersihan.
- Mengatur pola makan dengan mengurangi frekuensi ngemil untuk menjaga pH mulut tetap stabil.
Ekosistem Layanan SATU Dental
Menanggapi rendahnya akses layanan gigi di Indonesia, CEO SATU Dental Group, Satria Situmorang, menyatakan bahwa pihaknya terus memperluas jaringan. Dalam lima tahun, SATU Dental telah mengoperasikan 57 cabang klinik untuk memberikan layanan berkualitas dengan biaya terjangkau.
Melalui momentum Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026, SATU Dental berkomitmen meningkatkan standar layanan melalui SATU Dental Academy dan integrasi teknologi laboratorium guna memastikan setiap pasien mendapatkan diagnosis yang akurat sebelum kondisi gigi memburuk. (Z-1)


















































