WordPress Credits Hubungkan Mahasiswa dengan Proyek Open-Source Berskala Global

3 days ago 3
WordPress Credits Hubungkan Mahasiswa dengan Proyek Open-Source Berskala Global Perwakilan WordPress Foundation, Pooja Derashri(Doc WordPress)

Mahasiswa Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) kini memiliki kesempatan mengembangkan pengalaman profesional melalui proyek open-source berskala global. ITTS tercatat sebagai perguruan tinggi pertama di Asia Tenggara yang bergabung dalam program WordPress Credits.

Program tersebut merupakan inisiatif internasional dari WordPress Foundation yang menghubungkan dunia akademik dengan ekosistem pengembangan WordPress. Melalui program ini, kontribusi mahasiswa dalam berbagai proyek WordPress dapat dikonversi menjadi kredit akademik sekaligus diperhitungkan sebagai pengalaman profesional yang setara dengan magang industri.

Dengan skema tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman dari pembelajaran di dalam kelas. Mereka dapat terlibat langsung dalam proyek teknologi yang digunakan secara luas, sekaligus membangun portofolio sejak masih menempuh pendidikan.

Rektor ITTS Ir. Onno Widodo Purbo mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam ekosistem WordPress global menjadi bagian dari upaya mengubah pola pembelajaran teknologi di perguruan tinggi.

“Keterlibatan mahasiswa ITTS dalam ekosistem WordPress global bukan sekadar soal mengisi jam kuliah, melainkan bukti bahwa anak-anak muda Indonesia mampu berkontribusi nyata pada teknologi yang digunakan oleh jutaan situs web di seluruh dunia,” ujar Onno di Serpong, Rabu (16/9/2026).

Menurut Onno, program tersebut memungkinkan proses pembelajaran berlangsung melalui persoalan nyata, mulai dari pengembangan perangkat lunak hingga kolaborasi dengan kontributor dari berbagai negara.

Mahasiswa juga tidak terbatas pada kontribusi berupa coding. Mereka dapat terlibat dalam sejumlah bidang sesuai keahlian, seperti desain antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX), keamanan siber, lokalisasi bahasa, hingga dokumentasi teknis.

“Mahasiswa ITTS dapat menyalurkan kemampuan pada berbagai bidang kontribusi, mulai dari pengembangan perangkat lunak (coding), desain antarmuka (UI/UX), keamanan siber, lokalisasi bahasa, hingga dokumentasi teknis,” jelasnya.

Skema tersebut membuat mahasiswa memiliki kesempatan untuk berperan sebagai kontributor dalam proyek teknologi, bukan hanya sebagai pengguna. Hasil kontribusi yang mereka kerjakan juga dapat menjadi bagian dari rekam jejak profesional sebelum memasuki dunia kerja.

Dari sisi WordPress Foundation, keterlibatan perguruan tinggi dinilai dapat membantu memperluas sekaligus menjaga keberlanjutan komunitas open-source.

Perwakilan WordPress Foundation, Pooja Derashri, mengatakan kerja sama dengan institusi pendidikan dapat membantu regenerasi kontributor, meningkatkan kualitas kontribusi, serta memperluas akses terhadap ekosistem digital.

“Bagi WordPress, ini merupakan langkah besar dalam regenerasi dan rekrutmen kontributor dunia, standardisasi serta peningkatan kualitas kontribusi, mendorong inklusi dan demokratisasi akses digital, menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan industri, serta memperkuat ekosistem open-source dunia,” ujar Pooja.

Program WordPress Credits pertama kali diluncurkan melalui kerja sama dengan Universitas Pisa dan diumumkan kepada publik dalam WordCamp Europe 2025.

Melalui keikutsertaan ITTS, model pembelajaran berbasis proyek open-source tersebut kini mulai diterapkan di Indonesia. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman mengerjakan proyek nyata sekaligus berkolaborasi dalam ekosistem teknologi yang melibatkan kontributor dari berbagai negara. (Z-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |