Xi Jinping Serukan BRICS Dorong Perdamaian Timur Tengah di KTT

1 week ago 9
Xi Jinping Serukan BRICS Dorong Perdamaian Timur Tengah di KTT Presiden Tiongkok Xi Jinping.(Dok. Anadolu)

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping menyerukan negara-negara anggota BRICS untuk bersatu mendorong perdamaian di Timur Tengah. Dalam pidatonya pada KTT Pemimpin BRICS di New Delhi, Sabtu (12/9/2026), Xi menegaskan bahwa konflik bersenjata yang terus berlanjut di kawasan tersebut sangat merugikan kepentingan masyarakat internasional.

“Situasi di Timur Tengah dan kawasan Teluk terus berkembang. Perang di sana telah menimbulkan kerugian serius bagi masyarakat di seluruh kawasan dan tidak sejalan dengan kepentingan bersama masyarakat internasional,” ujar Xi sebagaimana dikutip dari kantor berita Xinhua.

Respons Terhadap Konflik AS-Iran

Pernyataan pemimpin Tiongkok ini muncul di tengah eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah memasuki bulan ketujuh. Konflik tersebut dilaporkan telah merusak infrastruktur sipil maupun militer di berbagai titik di Timur Tengah, serta memicu gangguan signifikan pada pasokan energi global.

Xi mendesak BRICS untuk "berdiri teguh di pihak yang benar dalam sejarah". Ia menyatakan komitmen Beijing untuk bekerja sama dengan anggota blok lainnya guna memainkan peran strategis dalam mewujudkan stabilitas di kawasan Teluk.

Penguatan Peran Global South

Dalam forum tersebut, Xi Jinping menggambarkan BRICS sebagai platform kerja sama paling berpengaruh bagi negara-negara pasar berkembang (emerging markets) dan negara berkembang. Ia menekankan pentingnya menolak "mentalitas Perang Dingin" serta menentang segala bentuk pelanggaran kedaulatan negara lain.

Selain isu perdamaian, Xi juga mendorong BRICS untuk memimpin tata kelola global di sektor-sektor strategis baru, termasuk:

  • Ruang siber dan ruang angkasa.
  • Eksplorasi laut dalam.
  • Pengembangan Kecerdasan Artifisial (AI).
  • Penguatan suara Global South di kancah internasional.

Kekuatan Ekonomi BRICS

KTT di New Delhi ini dihadiri oleh para pemimpin dari Tiongkok, Rusia, dan Iran. Pertemuan ini menjadi krusial mengingat posisi tawar BRICS yang terus meningkat dalam peta ekonomi dunia. Berikut adalah data kekuatan blok BRICS saat ini:

Indikator Persentase Global
Populasi Dunia 49,5%
PDB Global 40%
Perdagangan Global 26%

Setelah masa kepemimpinan India berakhir, Tiongkok dijadwalkan akan mengambil alih kepemimpinan bergilir BRICS pada tahun depan. Pada hari Minggu, para pemimpin dijadwalkan menghadiri sesi terbuka bertajuk "Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth" untuk membahas keberlanjutan pertumbuhan ekonomi inklusif. (Anadolu/Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |