Yusril Ihza Mahendra Minta Warga tak Terprovokasi Kericuhan Pejompongan

3 weeks ago 31
Yusril Ihza Mahendra Minta Warga tak Terprovokasi Kericuhan Pejompongan Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra.(Dok. Antara)

MENTERI Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi terkait kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut terjadi pascademo pada 27 Agustus 2026 lalu.

Yusril menjelaskan bahwa Polda Metro Jaya saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam atas tewasnya seorang warga bernama Bambang dan penganiayaan terhadap siswa kelas 12, Faturrohman. Hingga kini, kepolisian belum menetapkan tersangka atau pihak yang bertanggung jawab.

"Polda Metro Jaya kini sedang melakukan penyelidikan atas tewasnya Bambang dan penganiayaan terhadap Faturrohman. Belum ada kesimpulan yang dapat diambil mengenai siapa pelaku dan pihak yang bertanggung jawab," ujar Yusril dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/8).

Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak menuduh individu, kelompok, maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu sebagai dalang kericuhan. Penegasan ini merespons maraknya tudingan di media sosial yang mengaitkan insiden tersebut dengan kelompok tertentu tanpa bukti valid.

Menurut Yusril, insiden kekerasan tersebut pecah saat para pendemo telah meninggalkan kawasan Gedung DPR dan terjadi bentrokan antarkelompok warga di Pejompongan. Penyelidikan difokuskan untuk mengungkap siapa yang melakukan, menyuruh, hingga menggerakkan tindakan kekerasan tersebut.

Yusril juga memberikan apresiasi kepada para mahasiswa dan pendemo, termasuk yang datang dari Pati, Jawa Tengah, karena telah menyampaikan aspirasi secara damai. Ia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi balasan yang dapat memicu kekerasan baru.

"Jangan sampai peristiwa yang sedang diselidiki ini memicu kericuhan lanjutan. Kita serahkan prosesnya kepada aparat penegak hukum dan mari bersama-sama menjaga ketertiban masyarakat," pungkasnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |