36 Penderita TBC Meninggal Dunia, Dinkes Garut Perbanyak Skrining dan Deteksi Dini

2 weeks ago 5
36 Penderita TBC Meninggal Dunia, Dinkes Garut Perbanyak Skrining dan Deteksi Dini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani.(MI/KRISTIADI)

DINAS Kesehatan Kabupaten Garut menemukan 5.925 warga positif mengidap penyakit tuberkulosis (TB) sejak awal Januari hingga Juli 2026.

Untuk itu, Dinas Kesehatan akan mengintensifkan upaya melalui skrining dan deteksi dini dengan target 12 ribu kasus pada 2026 sebagai bagian dari program nasional untuk menekan penyebaran TBC.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan, ada peningkatan cukup signikan kenaikan kasus TBC di wilayah Garut. Skrining terakhir menemukan 5.925 warga positif terjangkit, 36 di antaranya meninggal dunia. Tahun ini, jika tidak segera dikendalikan, jumlah kasus baru diperkirakan bisa mencapai 12.000 orang.

"Kita terus berupaya menekan jumlah kasus TBC. Tahun ini, diperkirkaan ada 12 ribu kasus, tapi sampai saat ini bisa kita tekan hingga hanya 5.925 kasus positif. Jumlah tersebut menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam menemukan penderita yang sebelumnya belum terdeteksi," ujarnya, Senin (27/7).

Menurut dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut gencar mencari penderita untuk dilakukan deteksi lebih dini dan melakukan pengobatan cepat hingga tuntas. Tingkat penularan harus bisa dihentikan supaya jumlah kasusnya menurun.

"TBC merupakan penyakit menular dan dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Penularan terjadi melalui udara. Penyakit ini memiliki risiko penyebaran cukup tinggi jika tidak ditangani," katanya.

Menurutnya, pengobatan Tuberkulosis bagi para penderita memerlukan waktu minimal 6 bulan dan bisa diperpanjang hingga 9 bulan sesuai hasil pemeriksaan maupun perkembangan kondisi pasien. Kepatuhan menjalani pengobatan secara tuntas menjadi syarat penting.

"Kami mengimbau supaya masyarakat disiplin melaksanakan pola hidup bersih, sehat, menghindari kontak dengan orang menderita TBC termasuk harus menjaga kekebalan tubuh, pola makan seimbang dan olahraga. Masyarakat diminta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi penularan bisa dicegah," pungkasnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |