Astronom mengonfirmasi empat eksoplanet berbatu yang mengorbit Barnard's Star, salah satu bintang terdekat dari Bumi. Simak karakteristik dan keunikannya.(NASA)
PARA astronom berhasil mengonfirmasi keberadaan empat planet berbatu (rocky exoplanets) yang mengorbit Barnard's Star, bintang terdekat kedua dari Bumi setelah sistem Alpha Centauri. Penemuan ini menjadi salah satu temuan penting dalam studi eksoplanet karena selama puluhan tahun keberadaan planet di sekitar Barnard's Star masih menjadi perdebatan.
Informasi tersebut dilaporkan dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan berdasarkan hasil pengamatan menggunakan spektrometer MAROON-X pada teleskop Gemini North di Hawaii, serta dikombinasikan dengan data dari instrumen ESPRESSO di Very Large Telescope (VLT), Cile.
Barnard's Star berada sekitar enam tahun cahaya dari Bumi dan termasuk bintang katai merah (red dwarf atau M-dwarf). Bintang ini juga dikenal memiliki gerak semu (proper motion) tercepat di langit malam dibandingkan bintang lain yang telah diketahui.
Ritvik Basant, mahasiswa doktoral University of Chicago sekaligus salah satu penulis penelitian, mengatakan penemuan tersebut sangat menarik karena Barnard's Star merupakan salah satu tetangga kosmik terdekat Matahari.
"Penemuan ini sangat menarik karena Barnard's Star pada dasarnya adalah tetangga kosmik kita, tetapi kita masih belum mengetahui banyak hal tentangnya," ujar Basant.
Empat Planet Kecil Dengan Massa di Bawah Bumi
Keempat planet yang berhasil dikonfirmasi memiliki massa jauh lebih kecil dibandingkan Bumi. Bahkan, planet-planet tersebut termasuk di antara eksoplanet bermassa paling rendah yang pernah ditemukan.
Planet pertama, Barnard d, memiliki massa sekitar 26% dari massa Bumi. Planet ini mengorbit bintangnya setiap 2,34 hari pada jarak sekitar 2,8 juta kilometer.
Selanjutnya ada Barnard b yang sebelumnya sempat dilaporkan pada 2024 melalui pengamatan ESPRESSO. Planet ini memiliki massa sekitar 30% massa Bumi dan menyelesaikan satu kali revolusi dalam waktu 3,15 hari.
Planet terbesar di antara keempatnya adalah Barnard c dengan massa sekitar 33,5% massa Bumi. Planet tersebut mengelilingi Barnard's Star setiap 4,12 hari pada jarak sekitar 4,1 juta kilometer.
Sementara itu, Barnard e menjadi planet dengan massa paling kecil, yakni hanya sekitar 19% massa Bumi. Planet ini baru dapat dipastikan keberadaannya setelah ilmuwan menggabungkan data MAROON-X dan ESPRESSO. Barnard e mengorbit bintangnya setiap 6,74 hari.
Planet-planet Berada Sangat Rapat
Salah satu hal yang menarik perhatian astronom adalah posisi keempat planet yang sangat berdekatan satu sama lain.
Jarak antara Barnard d dan Barnard b hanya sekitar 600 ribu kilometer, sedangkan Barnard b dan Barnard c dipisahkan sekitar 700 ribu kilometer. Sebagai perbandingan, rata-rata jarak Bumi dengan Bulan hanya sekitar 384 ribu kilometer.
Seluruh orbit keempat planet tersebut bahkan masih berada di dalam lintasan terdekat yang pernah dicapai wahana Parker Solar Probe milik NASA saat mendekati Matahari.
Sebagai pembanding, Merkurius yang merupakan planet terdekat dengan Matahari memiliki jarak rata-rata sekitar 58 juta kilometer dari Matahari. Hal ini menunjukkan bahwa sistem planet Barnard's Star jauh lebih padat dibandingkan Tata Surya.
Susunan planet yang rapat ini juga mengingatkan astronom pada sistem TRAPPIST-1 yang sama-sama mengelilingi bintang katai merah dan memiliki tujuh planet dalam orbit yang sangat berdekatan.
Terlalu Panas Untuk Mendukung Kehidupan
Meski letaknya relatif dekat dengan Bumi, keempat planet tersebut dipastikan bukan tempat yang layak dihuni.
Seluruh planet mengorbit sangat dekat dengan Barnard's Star sehingga menerima panas yang jauh lebih besar. Akibatnya, suhu di permukaan planet diperkirakan terlalu tinggi untuk memungkinkan adanya kehidupan seperti di Bumi.
Para peneliti memperkirakan zona layak huni Barnard's Star justru berada lebih jauh dari bintang, yaitu pada wilayah dengan periode orbit sekitar 10 hingga 42 hari. Hingga kini, belum ditemukan planet yang berada di kawasan tersebut.
Basant mengatakan data yang dimiliki saat ini juga cukup untuk menyingkirkan kemungkinan adanya planet berbatu yang lebih besar di sekitar zona layak huni.
"Dengan data yang ada saat ini, kami dapat memastikan tidak ada planet yang massanya sekitar 40 hingga 60% massa Bumi di dekat tepi bagian dalam maupun luar zona layak huni," kata Basant.
Ia melanjutkan, tim peneliti juga dapat mengesampingkan keberadaan planet bermassa setara Bumi yang memiliki periode orbit hingga beberapa tahun.
"Selain itu, kami juga dapat menyingkirkan kemungkinan adanya planet bermassa seperti Bumi dengan periode orbit hingga beberapa tahun. Kami juga yakin sistem ini tidak memiliki planet raksasa gas pada jarak yang wajar," ujarnya. (Space/Z-2)
















































