6.409 Gempa Susulan Guncang Flores, Warga masih Bertahan di Pengungsian

2 hours ago 6
6.409 Gempa Susulan Guncang Flores, Warga masih Bertahan di Pengungsian Proses evakuasi penyintas bernama Yohanis Riba, 75, yang mengalami memar kaki setelah tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa M 7,7 Flores di Bandara Frans Seda, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (23/8/2026).(Dok BNPB)

AKTIVITAS gempa susulan masih terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Senin (24/8), atau memasuki hari kedelapan setelah gempa utama. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 6.409 kali gempa terjadi hingga Senin pagi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1. Dari ribuan gempa tersebut, sebanyak 33 kali memiliki magnitudo 5 atau lebih dan 139 kali gempa dirasakan oleh masyarakat.

Rangkaian gempa susulan tersebut membuat sebagian warga masih memilih bertahan di luar rumah. Kondisi itu terjadi bahkan pada masyarakat yang rumahnya tidak terdampak maupun hanya mengalami kerusakan ringan.

“Ini mengakibatkan sampai hari ke-8 terjadinya gempa Flores ini, masyarakat masih banyak yang takut, sehingga tetap mengungsi di luar rumah, meskipun rumah-rumahnya tidak terdampak atau rusak ringan,” ujar Suharyanto.

Meski aktivitas gempa dalam dua hari terakhir mulai menurun, potensi gempa susulan masih perlu diwaspadai. Berdasarkan penjelasan BMKG, aktivitas tersebut masih dapat berlangsung hingga tiga atau empat minggu ke depan sebelum kondisi diperkirakan semakin stabil.

Dalam 24 jam terakhir, hanya satu gempa yang dirasakan masyarakat. Namun, penurunan aktivitas tersebut belum sepenuhnya mengembalikan rasa aman warga yang masih trauma dengan rangkaian gempa sebelumnya.

Di tengah aktivitas gempa susulan, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Flores juga terus bertambah. BNPB mencatat total korban tewas mencapai 100 orang. Sebelumnya, pada hari pertama dan kedua pascagempa, tercatat 48 orang meninggal dunia. Jumlah tersebut bertambah setelah sejumlah korban luka berat yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan akhirnya meninggal.

Selain korban meninggal, sebanyak 1.603 orang mengalami luka-luka dan 180.327 orang masih mengungsi.

BNPB juga mencatat 73.818 rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, 23.276 rumah rusak berat, 17.563 rusak sedang, dan 32.979 rusak ringan. Sementara itu, kerusakan fasilitas umum mencapai 1.915 unit, termasuk sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan sejumlah infrastruktur lainnya.

Suharyanto menegaskan seluruh angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring pendataan di lapangan. Data dihimpun secara berjenjang mulai dari tingkat kampung, rukun tetangga, desa, kecamatan, hingga kabupaten sebelum dikompilasi di tingkat nasional. (PO/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |