Korban Tewas Gempa NTT Tembus 100 Orang, 1.603 Luka-Luka

2 hours ago 6
Korban Tewas Gempa NTT Tembus 100 Orang, 1.603 Luka-Luka Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto(Dok BNPB)

JUMLAH korban tewas akibat gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menembus 100 orang, Senin (24/8). Sebagian korban sebelumnya mengalami luka berat dan menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, namun akhirnya tidak berhasil diselamatkan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pada hari pertama dan kedua pascagempa tercatat 48 orang meninggal dunia. Jumlah tersebut kemudian bertambah setelah korban luka berat yang dirawat meninggal dunia.

“Kemudian, untuk jumlah meninggal, ini perlu kami tegaskan bahwa yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, ini tidak berhasil diselamatkan, sehingga yang semula di hari pertama, hari kedua, ada 48 yang meninggal dunia, angka per hari ini total menjadi 100 yang meninggal dunia," ujarnya. 

Selain itu, BNPB mencatat 1.603 orang mengalami luka-luka dan 180.327 orang mengungsi.

Kerusakan rumah sementara tercatat 73.818 unit, terdiri atas 23.276 rumah rusak berat, 17.563 rumah rusak sedang, dan 32.979 rumah rusak ringan. Sementara itu, fasilitas umum yang rusak mencapai 1.915 unit, meliputi sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta infrastruktur lainnya.

Suharyanto menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan. Pendataan dilakukan secara berjenjang dari tingkat kampung, rukun tetangga, desa, kecamatan, hingga kabupaten dan kemudian dihimpun di tingkat nasional.

6.409 Kali Gempa Susulan

Terkait aktivitas gempa, Suharyanto mengatakan, sesuai laporan BMKG hingga Senin pagi telah terjadi 6.409 kali gempa. Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil 1,1.

Dari jumlah tersebut, tercatat 33 kali gempa bermagnitudo 5 atau lebih, sedangkan gempa yang dirasakan masyarakat mencapai 139 kali. Aktivitas gempa susulan tersebut membuat sebagian masyarakat masih memilih mengungsi di luar rumah meskipun rumah mereka tidak terdampak atau hanya mengalami kerusakan ringan.

“Ini mengakibatkan sampai hari ke-8 terjadinya gempa Flores ini, masyarakat masih banyak yang takut, sehingga tetap mengungsi di luar rumah, meskipun rumah-rumahnya tidak terdampak atau rusak ringan," ujarnya. 

Menurut Sunaryanto, dalam dua hari terakhir aktivitas gempa mulai menurun. Dalam 24 jam terakhir, tercatat hanya satu gempa yang dirasakan masyarakat.

Meski demikian, berdasarkan penjelasan BMKG, lanjutnya, aktivitas gempa susulan masih dapat berlangsung hingga tiga atau empat minggu ke depan sebelum kondisi diperkirakan semakin stabil. (PO/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |