Titip panas.(Antara)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sedikitnya terdapat 64 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada pantauan Minggu (23/8).
"Titik panas tersebut terpantau berdasarkan pantauan sensor medis yakni Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20," kata Prakirawan Balai BMKG wilayah I Budi Prasetyo di Medan, Senin.
Sebanyak 64 titik panas tersebut masing masing terpantau satu titik di di Asahan, enam di Dairi, enam di Humbang Hasundutan, 14 di Karo, tujuh di Labuhanbatu, tiga di Labuhanbatu Selatan, delapan di Labuhanbatu Utara, satu di Langkat, tujuh di PadangLawas Utara, satu di Pakpak Bharat, dua di Tapanuli Selatan, dan dua titik panas di Tapanuli Utara.
Mengingat cuaca yang cenderung tidak menentu, kata dia, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan demi mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan.
Sementara terkait cuaca di Sumatera Utara untuk Selasa (25/8) diprakirakan pada pagi hari berpotensi turun hujan ringan di sebagian besar wilayah Sumut, dengan hujan sedang diprakirakan terjadi di Batubara, Labuhanbatu, dan sekitarnya.
Pada Siang hingga sore hari masih berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Labuhanbatu dan sekitarnya.
Sementara pada malam hari, lanjut Budi, hujan ringan hingga sedang juga berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Utara, dengan hujan sedang diprakirakan terjadi di Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan.
Kemudian pada dini hari, kata dia, diprakirakan hujan ringan hingga sedang terjadi di Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan sekitarnya. BBMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar 15-35 derajat Celsius dengan kelembapan udara 72-98 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga timur laut dengan kecepatan 5-18 kilometer per jam.
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada potensi hujan sedang, khususnya di wilayah lereng barat, pantai barat, lereng timur, dan pegunungan Sumatera Utara," kata Budi Prasetyo. (Ant/P-3)













































