Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.(Antara)
LABORATORIUM Suara Indonesia (LSI) merilis hasil survei nasional mengenai kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjelang dua tahun masa kepemimpinan mereka. Hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 78,7%. Sementara itu, 18,2% responden menyatakan tidak puas, dan 3,1% lainnya tidak menjawab atau tidak memberikan pendapat.
"Sebanyak 78,7% publik di Indonesia percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Ini menjadi modal politik menjelang dua tahun kepemimpinan mereka sehingga persepsi publik yang baik dapat terus dijaga oleh pemerintah," kata Direktur Eksekutif Laboratorium Suara Indonesia (LSI), Muhammad Riyad, Kamis (6/8).
Riyad menambahkan, di tengah ketegangan global dan ketidakpastian yang memengaruhi berbagai sektor, terutama ekonomi, pemerintah masih memperoleh tingkat kepuasan yang tinggi dari masyarakat. Sebanyak 78,3% responden menilai pemerintah mampu menjaga stabilitas ekonomi. Sementara 17,9% responden menyatakan tidak percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, dan 3,8% lainnya menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
"Mendekati 80% tingkat kepuasan dan kepercayaan publik yang diraih Prabowo-Gibran selama hampir dua tahun kepemimpinan, dalam survei kali ini salah satunya disebabkan oleh kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi di tengah isu global dan dinamika geopolitik yang menimbulkan ketidakpastian di hampir semua sektor," ujar Riyad.
Secara kuantitatif, kata Riyad, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran juga tercermin dari penilaian masyarakat terhadap penanganan berbagai persoalan nasional.
"Sebanyak 77,8% responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Sementara 19,4% responden menyatakan tidak puas, dan 2,8% lainnya tidak memberikan jawaban," katanya.
Dalam aspek keamanan, 90,9% responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah. Sebaliknya, 7,3% responden menyatakan tidak puas, sedangkan 1,8% tidak memberikan jawaban. "Adapun dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, 89,4% responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara itu, 8,3% responden menyatakan tidak puas, dan 2,3% lainnya tidak memberikan jawaban," paparnya.
Survei ini juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah lembaga negara dan institusi demokrasi. Hasilnya, 77,6% responden menyatakan puas terhadap kinerja Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tingkat kepuasan terhadap Presiden dan Wakil Presiden sebagai lembaga kepresidenan mencapai 78,1%.
"Pada institusi penegak hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperoleh tingkat kepuasan publik sebesar 72,9%, diikuti Polri sebesar 73,1%, serta Kejaksaan Agung sebesar 68,2%," jelas Riyad.
Survei Laboratorium Suara Indonesia (LSI) dilakukan terhadap warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara tatap muka pada 21–28 Juli 2026 dengan melibatkan 1.668 responden. Komposisi responden terdiri atas 52,1% laki-laki dan 47,9% perempuan.
Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±2,4% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei menjangkau 38 provinsi di Indonesia secara proporsional berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka menggunakan aplikasi digital terhadap responden yang dipilih secara acak. "Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden pada setiap desa atau kelurahan yang menjadi lokasi survei," pungkasnya. (Cah/P-3)
















































