Cegah Tengkes, Kabupaten Tangerang Gandeng Swasta Perkuat Posyandu

1 hour ago 1
Cegah Tengkes, Kabupaten Tangerang Gandeng Swasta Perkuat Posyandu (ki-ka) Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Muhammad Faizal, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Director Of Community & Government Relations Lippo Land Darwin dan Anggota DPRD Kab. Tangerang Capt. Fikri Faiz Muhammad usai menggelar program in(Dok istimewa )

PEMERINTAH Kabupaten Tangerang memperkuat pencegahan tengkes atau stunting dengan menggandeng sektor swasta dan kader posyandu. Kolaborasi diarahkan untuk menekan kasus sekaligus mencegah munculnya kasus baru. Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengatakan dukungan perusahaan melalui CSR membantu pemerintah memperluas intervensi di masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Insya Allah ini bisa menjadi contoh untuk perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Tangerang membantu di kecamatan lain yang memang terindikasi stunting-nya cukup tinggi,” kata Intan di Tangerang, Rabu (12/8).

Intan mengatakan angka stunting di Kabupaten Tangerang telah berada di bawah rata-rata nasional. Namun, pemerintah daerah menargetkan tidak ada kasus baru bermunculan hingga mencapai zero stunting.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang per Juli 2026, Kecamatan Curug menjadi salah satu wilayah dengan jumlah balita terindikasi stunting cukup tinggi, yakni sekitar 448 balita. Kecamatan Kelapa Dua tercatat memiliki sekitar 364 balita yang terindikasi stunting. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 14.057 anak mengalami stunting sepanjang periode Januari hingga Juli 2026.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten Muhammad Faizal menjelaskan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, termasuk kader posyandu.

“Ini bukan hanya membantu anak-anak balita, melainkan juga membantu kader-kadernya yang bekerja siang dan malam dengan sukarela supaya mereka lebih semangat dan termotivasi,” kata Faizal.

Pihaknya meminta perusahaan, investor dan pengembang di Kabupaten Tangerang ikut berkontribusi melalui CSR. Ia menyebut regulasi terkait CSR telah tersedia sehingga implementasinya perlu terus diperkuat untuk mendorong keterlibatan dalam penurunan stunting.

“Regulasi sudah ada, perda CSR sudah ada di Kabupaten Tangerang. Tinggal implementasinya kita tingkatkan,” ujarnya.

Director of Community and Government Relations LippoLand Darwin mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung program Pemkab Tangerang. Bantuan yang disalurkan meliputi timbangan, seragam kader, susu, bubur kacang hijau, dan biskuit.

“Ini simbolis saja. Satu posyandu nanti rencana 20-30 posyandu, bahkan Ibu Wakil bilang sampai 40. Itu yang kami lakukan bertahap,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat pencegahan stunting sekaligus memastikan anak yang terindikasi mendapat intervensi secara optimal. (E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |