Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap seorang perempuan diduga terlilit ular kobra di dalam sumur tua.(MI/Kristiadi)
TIM SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah seorang perempuan bernama Aam Amelia, 45, yang ditemukan meninggal dunia di dalam sumur tua sedalam 12 meter di Kampung Lembur Luhur, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (12/8/2026). Proses evakuasi berlangsung dramatis lantaran tubuh korban ditemukan dalam kondisi terlilit ular kobra jawa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, menjelaskan bahwa penemuan korban bermula dari laporan warga yang hendak mengambil air. Saksi melihat bagian kepala dan lutut korban muncul ke permukaan air di dalam sumur tersebut.
"Petugas Damkar bersama BPBD segera bergerak ke lokasi dan mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut. Kami berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, Damkar Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Puskesmas, hingga PMI untuk melakukan evakuasi," ujar Roni, Rabu (12/8).
Roni mengakui proses evakuasi menghadapi kendala serius. Selain karena keberadaan ular berbisa yang melilit tubuh korban, petugas juga sempat terkendala minimnya alat pelindung pernapasan atau Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA).
"Proses evakuasi membutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra. Petugas terlebih dahulu menangkap ular berbisa tersebut sekitar pukul 12.22. Setelah ular diamankan, jenazah korban berhasil diangkat pada pukul 12.46 WIB,” tambahnya. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mengeluarkan bau tidak sedap.
Berdasarkan informasi dari warga dan pihak berwenang, korban diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ular kobra yang ditemukan di lokasi diamankan dalam karung dan dibawa ke kantor UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya.
Sementara itu, Kapolsek Tanjungjaya, Ipda Hendi Herdiansyah, mengonfirmasi bahwa identitas korban dipastikan oleh pihak keluarga. Kakak kandung korban menyebutkan bahwa Aam menghilang selama 12 hari sebelum ditemukan.
"Keluarga sudah mencarinya selama 12 hari. Korban sebelumnya sempat berobat ke Bogor, tetapi diduga mengalami kekambuhan karena habis obat. Pihak keluarga sudah ikhlas menerima kejadian ini sebagai takdir dan jenazah diserahkan untuk dimakamkan," pungkas Hendi. (I-2)
















































