Agen Travel Sulit Dihubungi, Turis Asing Mengadu ke Polres Manggarai Barat

6 days ago 10
Agen Travel Sulit Dihubungi, Turis Asing Mengadu ke Polres Manggarai Barat (MI/Marianus)

PENGALAMAN kurang menyenangkan dialami empat wisatawan mancanegara saat berlibur di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Merasa tidak mendapat kepastian keberangkatan kapal dan kesulitan menghubungi agen perjalanan yang melayani rute Labuan Bajo-Lombok (NTB), mereka akhirnya memilih mengadu ke Polres Manggarai Barat.

Empat wisatawan tersebut terdiri atas tiga warga negara Spanyol, termasuk Luna Arroyo Juan Maria, serta seorang warga negara Kolombia. Mereka mengaku telah membayar paket perjalanan, tetapi menjelang jadwal keberangkatan tidak memperoleh informasi yang jelas mengenai nasib perjalanan mereka. Upaya menghubungi pihak agen travel juga disebut tidak membuahkan hasil.

Kondisi itu membuat para wisatawan khawatir dan merasa ditinggalkan tanpa kepastian. Mereka kemudian mendatangi Polres Manggarai Barat untuk meminta bantuan menyelesaikan persoalan tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Unit Wisata Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pamobvit) Polres Manggarai Barat segera menghubungi pihak agen perjalanan dan memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak.

Dalam proses klarifikasi, pihak agen travel menjelaskan kapal yang dijadwalkan melayani pelayaran mengalami kerusakan mesin di perairan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Akibat gangguan tersebut, kapal tidak dapat tiba di Labuan Bajo sesuai jadwal. Polisi juga mencatat minimnya komunikasi kepada wisatawan menjadi penyebab utama persoalan berkembang.

Setelah melalui mediasi yang berlangsung sejak Selasa (4/8) hingga Rabu (5/8) dini hari, agen perjalanan akhirnya menyatakan bertanggung jawab dengan mengembalikan seluruh dana wisatawan sebesar Rp14 juta.

Kasat Pamobvit Polres Manggarai Barat, Iptu I Komang Agus Budiawan, mewakili Kapolres Ajun Komisaris Besar Christian Kadang, mengatakan setiap pelaku usaha pariwisata harus mengutamakan pelayanan dan komunikasi yang baik kepada wisatawan.

"Masalah operasional bisa saja terjadi, tetapi wisatawan harus mendapatkan informasi yang jelas. Jangan sampai mereka merasa ditelantarkan karena tidak memperoleh kepastian dari penyedia jasa," ujarnya, Kamis (6/8) malam.

Ia menegaskan kehadiran kepolisian dalam kasus tersebut bertujuan melindungi wisatawan sekaligus memastikan penyelesaian berlangsung secara adil bagi kedua belah pihak.

Sementara itu, Luna Arroyo dan Juan Maria mengaku lega setelah persoalan yang dihadapinya dapat diselesaikan. Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Manggarai Barat yang membantu mempertemukan dirinya dengan pihak agen perjalanan hingga dana yang telah dibayarkan dikembalikan sepenuhnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo bahwa kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari keberangkatan wisata, tetapi juga dari kemampuan memberikan informasi yang cepat, jujur, dan bertanggung jawab ketika terjadi kendala operasional. Di destinasi wisata kelas dunia, komunikasi yang buruk dapat merusak kepercayaan wisatawan sama besarnya dengan kegagalan memberikan layanan. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |